Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Respons Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG
BGN Minta Maaf Dan Siap Tanggung Jawab
Sabtu, 27 September 2025 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Gizi Nasional (BGN) merespons cepat kasus dugaan keracunan massal yang terjadi di sejumlah daerah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menegaskan, pihaknya tidak akan cuci tangan atas insiden tersebut. Nanik menyampaikan permintaan maaf dan siap bertanggung jawab penuh. Dia juga memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi mendalam agar kejadian serupa tidak terulang.
Permintaan maaf disampaikan Nanik dalam konferensi pers di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Jumat (26/9/2025). Acara ini turut dihadiri Prof Hardinsyah, Guru Besar Ilmu Gizi IPB University sekaligus Ketua Umum Pergizi Pangan, serta Redy Hendra Gunawan, Staf Khusus BGN Bidang Komunikasi.
Dalam paparannya, Nanik menjelaskan, berdasarkan investigasi awal, sekitar 80 persen kasus keamanan pangan dipicu oleh pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP). Baik oleh mitra penyedia makanan maupun tim internal BGN. Misalnya, ada Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Penyedia Gizi) yang abai terhadap kualitas bahan makanan.
Baca juga : Kapolri Perintahkan Jajaran Usut Kasus Keracunan MBG
Nanik mencontohkan kasus di Ka bupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kasus ini membuatnya geram. Di sana, kata dia, ayam dibeli pada hari Sabtu, tapi baru dimasak pada Rabu. “Kalau di rumah, mungkin dua ekor ayam bisa disimpan dalam kulkas. Tapi kalau 350 ekor ayam, freezer mana yang bisa menampung? Inilah kelalaian yang tidak bisa ditolerir lagi,” ujarnya.
Meski demikian, Nanik menegaskan kesalahan tersebut tidak bisa semata-mata ditimpakan kepada pihak-pihak tersebut. "Kesalahan terbesar tetap pada kami, karena pengawasan yang kurang. Jadi, kami akui salah. Kami akui salah atas insiden keamanan pangan yang terjadi," kata Nanik.
Nanik menyebut kejadian itu sebagai insiden keamanan pangan. Karena, lanjut dia, tidak semua kasus disebabkan dugaan racun. Ada juga yang karena alergi dan faktor lainnya. "Tapi apapun itu, kami tetap bertanggung jawab penuh atas semua yang terjadi," ujarnya.
Baca juga : Jokowi Happy, IKN Jadi Ibu Kota Politik 2028
Sebagai bentuk tanggung jawab, Nanik mengatakan seluruh biaya pengobatan anak-anak yang terdampak, bahkan orang tua yang ikut makan lalu sakit, akan ditanggung BGN. “Kami bertanggung jawab penuh,” ujarnya.
Ke depan, Nanik berjanji akan berusaha lebih keras dan tidak akan mentoleransi siapa pun yang melanggar SOP. "Yang paling penting, dari lubuk hati terdalam, saya memohon maaf. Atas nama BGN, atas nama seluruh SPPG di Indonesia, saya mohon maaf," ujarnya. Saat menyampaikan ini, Nanik mulai menitikkan air mata. Tak lama kemudian tangisnya pun pecah. Nanik mengambil tisu lalu menyeka air mata yang jatuh di pipinya.
Tangis Nanik kembali pecah saat menceritakan soal video kasus di Bandung Barat. Hatinya pilu melihat anak-anak harus digotong ke Puskesmas atau pusat kesehatan. Ia mengaku merasakan kecemasan yang sama seperti para orang tua. "Anak saya panas saja, saya sudah stres," ujarnya sambil sesenggukan.
Baca juga : Anak Muda Bisa Jadi Promotor Produk Halal
Padahal, kara dia, niat BGN, niat Presiden adalah membantu agar anak-anak terpenuhi gizinya. "Supaya bisa menjadi generasi emas," kata Nanik. "Kami mohon maaf, saya seorang ibu, melihat gambar (anak keracunan) di video sedih hati saya," kata Nanik.
Merespons kasus keamanan pangan yang terjadi, Nanik tak tinggal diam. Pihaknya memberikan sanksi. Dalam catatannya, ada 45 dapur MBG atau SPPG tak memenuhi SOP. "Dari 45 dapur itu, 40 dapur kami nyatakan ditutup untuk batas waktu yang tidak ditentukan," kata Nanik.
Nanik menambahkan, saat ini pihaknya menggandeng aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan investigasi. Dia menegaskan, kasus ini berpotensi dipidanakan apabila ditemukan unsur kriminal.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya