RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan komunikasi yang efektif dan keberadaan ruang komunitas yang suportif menjadi kebutuhan semakin krusial. Hal itulah yang menjadi fokus utama inisiatif yang digerakkan Alika Academy dan platform komunitas Bestie Till Jannah (BTJ).
Kedua entitas yang berada di bawah kepemimpinan Alia Karenina ini berfokus pada pemberdayaan, baik melalui peningkatan kemampuan komunikasi strategis maupun dukungan emosional serta edukasi, khususnya bagi perempuan.
“Pendekatan ini menunjukkan bahwa komunikasi bukan hanya soal menyampaikan pesan, tetapi tentang bagaimana menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan individu dan komunitas,” ujar Alia Karenina, di Jakarta, Senin (19/1/2026).
Alia menjelaskan, fondasi pemikiran strategis yang ia terapkan berakar dari latar belakang akademiknya sebagai lulusan Teknik Planologi atau Tata Wilayah dan Kota di Institut Teknologi Bandung (ITB). Keahlian dalam perencanaan, pemetaan, dan perancangan sistem yang ia peroleh pada periode 2001–2005 kini diterjemahkan ke dalam perancangan strategi komunikasi.
Baca juga : HKI Dorong Pembentukan Tim Percepatan Kawasan Industri
Dengan kemampuan memetakan audiens dan merancang pesan secara terstruktur, Alia membangun ekosistem komunikasi yang berkelanjutan. Melalui Alika Communication, keahlian tersebut diwujudkan dalam strategi inovatif yang membantu klien lintas sektor menyampaikan pesan secara tepat sasaran dan berdampak.
“Komunikasi yang efektif adalah fondasi dari setiap inisiatif yang berhasil,” tegasnya.
Komitmen terhadap pemberdayaan tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas. Salah satunya, Alika Academy baru-baru ini menyelenggarakan pelatihan public speaking bersama IdeIdeKoe, yang berfokus membantu peserta menemukan suara personal yang jujur dan percaya diri.
Selain itu, platform Bestie Till Jannah hadir sebagai ruang komunitas yang vital untuk berbagi inspirasi dan edukasi, khususnya bagi perempuan. Inisiatif ini sejalan dengan semangat pemberdayaan yang menjadi ciri khas program-program yang dipimpin Alia.
Baca juga : Kemenkeu Siapkan Tarif Cukai Baru
“Inisiatif-inisiatif ini menunjukkan fokus kami pada pembangunan ekosistem kolaborasi yang kuat,” imbuh Alia.
Melalui program-program tersebut, Alia menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak sebatas mengajarkan teknik berbicara di depan umum. Lebih dari itu, peserta didorong untuk menemukan suara personal yang kuat dan berakar pada pengenalan diri.
“Fokus pada pengenalan diri dan praktik langsung memastikan peserta tidak hanya menjadi pembicara yang lebih baik, tetapi juga pribadi yang lebih percaya diri dan lugas,” jelasnya.
Menurut Alia, yang dilakukankannya melampaui sekadar pelatihan teknis dan telah berkembang menjadi sebuah gerakan pemberdayaan. Dengan memadukan ketajaman strategi dan kepedulian sosial, pihaknya membangun ekosistem dengan kemampuan bercerita atau storytelling menjadi alat perubahan.
Baca juga : Partai Gema Bangsa Targetkan Keterwakilan Perempuan Lebih Dari 30 Persen
"Ketika individu mampu mengartikulasikan gagasannya dengan percaya diri, mereka tidak hanya memberdayakan diri sendiri, tetapi juga memperkuat komunitas di sekitarnya,” pungkas Alia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.