RM.id Rakyat Merdeka - Industri pertahanan nasional dinilai telah memiliki kemampuan memadai dalam memproduksi senjata ringan, mulai dari pistol hingga senapan serbu, sehingga langkah impor dinilai tak lagi diperlukan.
Meski begitu, penguatan industri tetap membutuhkan dukungan pendanaan yang kuat melalui anggaran pertahanan yang besar serta peran aktif lembaga keuangan milik negara.
Salah satu tonggak kemandirian tersebut ditunjukkan oleh PT Pindad (Persero) sebagai BUMN industri pertahanan utama. Perusahaan pelat merah ini telah mengembangkan dan memproduksi berbagai jenis pistol serta senapan serbu yang mampu memenuhi kebutuhan TNI dan Polri.
Eks Wakil Menteri Pertahanan, M. Herindra, bahkan mengusulkan agar impor peluru kaliber kecil, pistol, dan senapan buatan luar negeri dihentikan. Menurutnya, industri pertahanan dalam negeri sudah mampu menyuplai kebutuhan tersebut, termasuk produksi peluru kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm.
Baca juga : Komisi IX DPR Dukung Pemerintah Fokus Penuhi Tenaga Medis Spesialis
“Setop kalau perlu, saya sampaikan end user (pengguna akhir/pembeli) saya lihat izin impor lagi, kaliber 5,56 mm, 7,62 mm, masa sih kita tidak bisa (membeli dari dalam negeri)? Kalau untuk pasukan khusus boleh lah,” kata Herindra dikutip Selasa (20/1/2026).
Herindra menegaskan, pembelian produk pertahanan buatan dalam negeri seperti peluru dan pistol sangat penting untuk terus dikembangkan karena mendukung kemandirian industri pertahanan nasional. Ia mencontohkan pistol G2 produksi Pindad yang diharapkan dapat menembus pasar internasional.
“Kita berharap pistol G2 mau dipakai Filipina, (itu dapat terwujud) kalau kita pakai, nanti (mereka) baru pakai SS1 dan SS2, anggota kita sudah banyak yang pakai dan beberapa kali memenangkan turnamen, sehingga mendapatkan kredit poin,” ujarnya.
Upaya kemandirian juga diperkuat di sektor pemeliharaan alutsista. TNI bersama BUMN industri pertahanan meningkatkan kapasitas fasilitas perawatan.
Baca juga : Hasil Belum Stabil, Madura United Siapkan Pembenahan Total
PT Dirgantara Indonesia (PT DI), misalnya, memperkuat layanan maintenance, repair, and overhaul (MRO) untuk pesawat angkut dan helikopter TNI agar perawatan berkala dapat dilakukan di dalam negeri.
Langkah serupa dilakukan PT PAL Indonesia yang telah memperoleh transfer teknologi perawatan kapal perang, termasuk kapal selam hasil kerja sama internasional. Dengan demikian, proses docking dan overhaul dapat ditangani di galangan nasional.
Pemerintah pun mendorong kolaborasi antara BUMN dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) pertahanan guna memastikan siklus hidup alutsista, mulai dari pengadaan, operasional, hingga perawatan, dapat ditangani oleh industri dan sumber daya manusia nasional.
Peran swasta menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri pertahanan. Salah satunya ditunjukkan PT Nanggala Kencana Rekatama Indonesia (NKRI) yang menjalin Letter of Intent (LoI) dengan PT Pindad untuk pengadaan 100 pucuk pistol produksi dalam negeri.
Baca juga : Ketua Komisi XII Apresiasi RDMP Balikpapan, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
“Kami telah mengantongi lisensi dari Kementerian Pertahanan untuk memproduksi komponen senjata, selongsong dan proyektil amunisi, serta komponen presisi untuk pesawat terbang, kapal, dan kendaraan tempur,” ujar Direktur Operasi PT NKRI, Agus Prihanto.
Agus menambahkan, perusahaannya berperan sebagai produsen komponen dan sub-assembly pertahanan dalam negeri dengan fokus pada komponen senjata, amunisi, serta bagian presisi untuk platform darat, laut, dan udara.
“Kami juga membantu memenuhi kebutuhan suku cadang lokal untuk Pindad, PT DI, PT PAL, dan perusahaan pertahanan lain tanpa harus mengimpor. Dengan modal dan tenaga ahli dalam negeri,” katanya.
Kolaborasi antara BUMN dan swasta ini dinilai mampu mempercepat inovasi alutsista lokal sekaligus memperluas kapasitas industri pertahanan nasional secara menyeluruh.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.