Dark/Light Mode

Refleksi Akhir Tahun 2025

Krisis Iklim Jadi Tantangan Bagi Ketahanan Nasional

Rabu, 17 Desember 2025 06:55 WIB
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily (tengah) bersama Wakil Gubernur Lemhannas Laksdya TNI Edwin (kanan) dan Plt. Deputi Pengkajian Mayjen TNI Mar Ipung Purwadi menyampaikan Refleksi dan Rilis Akhir Tahun 2025 serta Outlook 2026 di Gedung Lemhannas, Jakarta, Selasa (16/12/2025). Foto:  RIZKI SYAHPUTRA / RM
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily (tengah) bersama Wakil Gubernur Lemhannas Laksdya TNI Edwin (kanan) dan Plt. Deputi Pengkajian Mayjen TNI Mar Ipung Purwadi menyampaikan Refleksi dan Rilis Akhir Tahun 2025 serta Outlook 2026 di Gedung Lemhannas, Jakarta, Selasa (16/12/2025). Foto: RIZKI SYAHPUTRA / RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Ancaman terhadap ketahanan nasional Indonesia kini tidak lagi semata berasal dari konflik geopolitik atau tekanan ekonomi global. Krisis ekologis dan dampak perubahan iklim justru muncul sebagai tantangan strategis yang kian nyata.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily dalam refleksi akhir tahun 2025 dan proyeksi strategis 2026 yang digelar di Gedung Lemhannas, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Politisi Partai Golkar itu menyoroti rangkaian bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada penghujung 2025 sebagai peringatan serius bagi arah pembangunan dan ketahanan nasional. Bencana tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 500 orang.

Baca juga : Gubernur Dan Wagub Kalbar Diminta Duduk Bersama

“Peristiwa ini mengingatkan kita, degradasi lingkungan dan perubahan iklim dapat menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, ancaman ekologis, degradasi lingkungan, dan perubahan iklim kini telah menjadi faktor strategis yang langsung menguji kapasitas negara dalam melindungi rakyat serta menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.

“Ancaman ekologis, degradasi lingkungan, dan perubahan iklim kini menjadi faktor strategis yang secara langsung menguji kapasitas negara kita dalam melindungi rakyatnya dan menjaga keberlanjutan pembangunan,” tutur Ace.

Baca juga : Afirmasi Angka 30 Persen, Golkar Dukung Total Perempuan

Mantan anggota DPR itu menjelaskan, tahun 2025 merupakan tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tahun ini ditandai dengan kerja-kerja akseleratif untuk meletakkan fondasi visi besar Asta Cita.

Namun, dinamika bencana alam di akhir tahun menjadi momentum refleksi untuk memperkuat strategi nasional ke depan.

Ace menekankan, pembangunan nasional ke depan harus terintegrasi dengan mitigasi risiko bencana dan keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi, melainkan juga sebagai penopang kehidupan dan ketahanan nasional.

Baca juga : Diperiksa KPK 8,5 Jam, Eks Menag Yaqut Irit Bicara

“Banjir dan longsor di Sumatera pada akhir tahun 2025 ini menjadi pelajaran strategis pembangunan nasional harus semakin terintegrasi dengan agenda mitigasi risiko bencana dan keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.

Selain tantangan ekologis, dia juga menyoroti perubahan iklim, percepatan teknologi informasi, serta perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang menuntut Indonesia memperkuat ekosistem digital dan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul berbasis sains dan teknologi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.