BREAKING NEWS
 

Jaga Supremasi Sipil, Alumni UNAS Dukung Polri Tetap Di Bawah Presiden

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Kamis, 19 Februari 2026 14:51 WIB
Sejumlah mahasiswa alumni Universitas Nasional (UNAS) memberi pernyataan sikap terkait posisi Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kamis (19/2/2026). Foto: Dok Keluarga Besar Mahasiswa UNAS

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah mahasiswa alumni Universitas Nasional (UNAS) memberi pernyataan sikap terkait posisi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Mereka menegaskan, penempatan Polri langsung di bawah Presiden merupakan salah satu tonggak utama Reformasi 1998 untuk mengoreksi tatanan Orde Baru.

"Adapun amanat Reformasi menginginkan Polri yang humanis, profesional, akuntabel, transparan dan berintegritas serta memiliki netralitas," kata perwakilan keluarga besar mahasiswa UNAS Maulana Idris Sangadji dalam pernyataan persnya, Kamis (19/2/2026).

Baca juga : RDPU Di Komisi lll DPR, 3 Serikat Buruh Tegaskan Polri Tetap Di Bawah Presiden

Pemisahan ini, sebut Idris, juga memungkinkan Polri membangun identitas yang terus diperbarui sebagai Polisi Sipil (Civilian Police), berorientasi pada hak asasi manusia (HAM) dan perlindungan warga. Polri bukan lagi pendekatan keamanan negara (state security) yang represif.

Adsense

Karenanya, kata Idris, mendukung posisi Polri langsung di bawah Presiden bukan sekadar masalah administrasi, tapi ini adalah upaya menjaga ruh Reformasi 1998.

Baca juga : KPRP Diharap Rekomendasikan Polri Tetap Di Bawah Presiden

"Sekali lagi, Polri di bawah Presiden itu sesuai dengan amanat Reformasi," tegas dia.

Struktur ini dirancang untuk memastikan kepolisian bekerja secara profesional, sipil, dan jauh dari bayang-bayang militerisme masa lalu.

Baca juga : ISESS: Posisi Kelembagaan Polri Final Di Bawah Presiden

Sehingga, Polri diharapkan dapat fokus sepenuhnya pada Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dan penegakan hukum tanpa terikat komando militer.

Karena amanat Reformasi adalah mengubah wajah Polri dari "penguasa" menjadi "pelayan". "Struktur ini akan mempermudah kontrol publik melalui Presiden dan menjaga supremasi sipili," tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense