BREAKING NEWS
 

CENAGO ITB: Siklon Senyar Penyebab Utama Banjir Bandang Sumatera

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : FAQIH MUBAROK
Sabtu, 21 Februari 2026 18:09 WIB
Koordinator Tim Riset CENAGO, Heri Andreas. Foto: CENAGO

RM.id  Rakyat Merdeka - Center for Analysis and Applying Geospatial Information (CENAGO) Institut Teknologi Bandung (ITB) menyimpulkan banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera akhir November 2025 dipicu curah hujan ekstrem akibat fenomena Siklon Tropis Senyar.

Skala kejadian disebut melampaui standar mitigasi banjir nasional. Kesimpulan itu diperoleh melalui kajian forensik berbasis analisis presipitasi ekstrem, karakteristik hidrologi tiga daerah aliran sungai (DAS Badiri, Garoga, dan Batang Toru), perubahan tutupan lahan, serta simulasi hidrologi-hidrolika.

Koordinator Tim Riset CENAGO, Heri Andreas, mengatakan curah hujan saat kejadian mencapai 150-300 milimeter per hari hingga lebih dari 300 milimeter per hari.

“Model probabilitas kami menunjukkan ini masuk kategori R700 sampai R1000, artinya kejadian sekali dalam 700 sampai 1.000 tahun. Ini melampaui standar mitigasi banjir yang umumnya dirancang hingga R50,” ujar Heri dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).

Baca juga : PAM Jaya Salurkan 1 Juta Alquran & Air Bersih Untuk Korban Banjir Sumatera

Menurutnya, kapasitas sistem pengendalian banjir yang ada memang tidak dirancang menghadapi peristiwa hidrometeorologi sebesar itu. CENAGO juga menganalisis perubahan tutupan lahan oleh sejumlah perusahaan di kawasan DAS.

Hasilnya, kontribusi dinilai relatif kecil dibanding faktor cuaca ekstrem. Porsi alih fungsi lahan perusahaan bervariasi, tercatat sekitar 1,6 persen, 0,4 persen, bahkan hanya 0,02 persen terhadap luas DAS.

“Jika secara kuantitatif kontribusi perubahan tutupan lahan relatif kecil, maka penetapan pertanggungjawaban mutlak perlu ditinjau kembali demi objektivitas,” kata Heri.

Adsense

Simulasi hidrologi menunjukkan kontribusi terhadap banjir masing-masing perusahaan juga minim. Ada perusahaan yang hanya berkontribusi 0,32 persen terhadap banjir atau peningkatan limpasan 0,71 persen. Ada pula 0,05 persen dan 0,01 persen, hingga 1,7 persen dengan penambahan limpasan sekitar 0,06 persen.

Baca juga : Danantara dan PTPP Bangun Hunian Sementara bagi Korban Banjir di Aceh

Kajian dilakukan menggunakan kombinasi citra satelit resolusi tinggi, data presipitasi BMKG dan NOAA Amerika Serikat, digital elevation model (DEM), serta parameter hidrologi-hidrolika.

Dalam Focus Group Discussion bertajuk Memahami Root Cause Banjir Sumatera 2025 untuk Rekonsiliasi Konklusi Berbasis Keilmuan pada 18 Februari 2026 di Jakarta, perwakilan BMKG menyebut fenomena Siklon Tropis Senyar merupakan kejadian langka yang memicu hujan ekstrem di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

Kombinasi hujan ekstrem dan longsor kemudian memicu banjir bandang, termasuk di Desa Garoga, Tapanuli Selatan.

Seorang Akademisi ITB dari Kelompok Keahlian Geologi, Ahmad Imam Sadisun, menambahkan banyak longsor terjadi pada zona Toba Tuff dengan kemiringan lereng sangat curam di hulu DAS Garoga dan kawasan hutan lindung.

Baca juga : Tak Ada Lagi Daerah Terisolir di Sumatera

Secara geomorfologi, area tambang yang disebut berada di sub-DAS berbeda dan berjarak dari Desa Garoga sehingga tidak berkontribusi terhadap banjir di wilayah tersebut. Area lainnya juga berada di luar DAS Garoga.

Untuk itu, CENAGO menekankan pentingnya penggunaan data geospasial presisi tinggi dalam penentuan penyebab bencana agar kesimpulan bersifat objektif dan terukur.

“Pendekatan berbasis sains penting agar penentuan penyebab bencana dan tanggung jawab dilakukan secara proporsional,” kata Heri.

Sekedar informasi, CENAGO merupakan pusat riset ITB yang berfokus pada analisis dan penerapan informasi geospasial untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data, termasuk forensik kebencanaan. Pusat riset ini bermitra dengan lebih dari 150 satelit penginderaan jauh untuk mempercepat pemetaan dan analisis geospasial.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense