RM.id Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah dinilai tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memicu efek domino bagi perekonomian nasional.
Sektor pertanian, UMKM, hingga pemberdayaan perempuan disebut sebagai pihak yang merasakan manfaat langsung dari program tersebut.
Ekonom Universitas Indonesia (UI) Dr. Fithra Faisal Hastiadi, mengungkapkan bahwa MBG menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dengan menyerap produk pertanian dan mendorong investasi di sektor hulu pangan.
“Di kuartal IV 2025, pertumbuhan ekonomi secara makro mencapai 5,39 persen (yoy). Salah satu motor penggeraknya adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 6,12 persen (yoy). Sektor pertanian juga tumbuh 5,33 persen (yoy) karena produknya terserap oleh SPPG,” ujar Fithra, Minggu (22/2/2026).
Ia menambahkan, mitra pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pelaku usaha mulai berinvestasi di sektor pertanian dan peternakan untuk mendukung kebutuhan MBG, sehingga mendorong lonjakan pertumbuhan sektor tersebut.
Secara makro, pertumbuhan sektor pertanian pada 2025 tercatat mencapai 5,33 persen, tertinggi dalam tiga tahun terakhir, dibandingkan 0,68 persen pada 2024 dan 1,31 persen pada 2023.
Baca juga : PLN EPI Raih Dua Penghargaan PRIA 2026: Perkuat Komunikasi dan Keberlanjutan
Fithra menilai, investasi di sektor pertanian dan peternakan menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dampak program ini juga dirasakan langsung oleh petani. Salah satunya Samuel Surodadi, petani asal Desa Kadiwano, Kecamatan Umalulu Timur, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelumnya, sebagian hasil panennya tidak terserap pasar dan membusuk, sehingga penghasilannya hanya sekitar Rp 100 ribu per hari.
“Sekarang hasil tani saya bisa dapat Rp 300 ribu per hari dan tidak perlu ongkos transportasi lagi,” ujar Samuel.
Ia juga bersyukur MBG membuat anak-anak lebih rajin sekolah karena tidak lagi datang dalam kondisi lapar.
“Kami bersyukur hasil tani kami laku dan anak-anak bisa makan teratur sebelum sekolah,” katanya.
Dorong Partisipasi Perempuan
Baca juga : PPM Manajemen Gandeng Perkumpulan Strada Perkuat Transformasi Pendidikan
Selain sektor pertanian, MBG juga meningkatkan rantai nilai UMKM serta mendorong partisipasi perempuan di sektor formal dan informal.
“Program MBG ini inklusif. Partisipasi perempuan meningkat karena sektor kuliner didominasi perempuan, sehingga membuka peluang ekonomi nyata bagi mereka,” kata Fithra.
Hingga 20 Februari 2026, jumlah SPPG telah mencapai 23 ribu unit dan diperkirakan menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja.
Sekitar 55 persen pekerja dapur SPPG adalah perempuan, atau sekitar 770 ribu orang, yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan rumah tangga.
Survei Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) terhadap 1.800 orang tua menunjukkan MBG juga berdampak positif pada efisiensi anggaran rumah tangga.
Sebanyak 36 persen responden melaporkan penurunan pengeluaran harian, terutama untuk bekal dan uang saku anak, meskipun 63 persen keluarga mencatat penghematan di bawah 10 persen dari total belanja bulanan.
Baca juga : Cek Jantung Produksi Bawang Merah, Kementan Yakin Pasokan Puasa-Lebaran Aman
Dukungan terhadap keberlanjutan MBG mencapai 81 persen di kalangan rumah tangga rentan.
Selain manfaat ekonomi, orang tua juga merasakan ketenangan psikologis karena anak-anak tidak lagi pulang sekolah dalam kondisi lapar.
“Di luar manfaat ekonomi, ada ketenangan batin bagi orang tua karena anak pulang sekolah sudah makan,” ujar Peneliti RISED, M. Fajar Rakhmadi.
Survei tersebut juga mencatat 72 persen orang tua setuju anak-anak kini lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi sejak menerima MBG, sehingga beban orang tua dalam memastikan nutrisi anak menjadi lebih ringan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.