Dark/Light Mode

Vale Dan UI Bahas ESG Untuk Pertambangan Berkelanjutan

Kamis, 12 Februari 2026 17:41 WIB
Foto: Vale Indonesia
Foto: Vale Indonesia

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Vale Indonesia Tbk bersama Universitas Indonesia (UI) menggelar talkshow bertajuk “Sustainability Mining for The Future: ESG Integration & Cross-Disciplinary Perspectives” guna memperkuat literasi pertambangan berkelanjutan berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Kegiatan yang berlangsung di Kampus UI, Depok, Rabu (12/2/2026), itu terselenggara dengan dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai forum edukatif lintas disiplin yang mempertemukan unsur industri, pemerintah, akademisi, dan mahasiswa.

Industri pertambangan Indonesia merupakan sektor strategis yang berkontribusi sekitar 12 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pada 2024, sektor Mineral dan Batubara mencatatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp140,5 triliun serta menyerap lebih dari 310.000 tenaga kerja secara langsung. Selain itu, sektor ini berperan penting dalam penyediaan mineral kritis guna mendukung transisi energi berkelanjutan.

Namun, sektor pertambangan juga menghadapi tantangan signifikan, mulai dari emisi karbon, dampak sosial terhadap masyarakat sekitar wilayah tambang, hingga pengelolaan lingkungan serta kesehatan dan keselamatan kerja pascatambang. Kompleksitas tersebut menuntut pendekatan komprehensif yang mencakup aspek teknis, sosial, kesehatan dan keselamatan kerja, serta tata kelola yang baik.

Baca juga : Cek KDKMP Kelurahan Air Kepala Tujuh, Wamenkop DorongPendampingan Berkelanjutan

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kemahasiswaan, dan Alumni UI Prof. Dr. Hamdi Muluk mengatakan isu keberlanjutan dalam pertambangan relevan dengan komitmen UI sebagai institusi yang “Unggul dan Impactful”.

“Pertambangan harus dikelola secara bertanggung jawab dan menyeluruh. Dibutuhkan kontribusi aktif mahasiswa sebagai generasi intelektual yang peduli terhadap bangsa. Kolaborasi akademisi, mahasiswa, industri, dan pemerintah menjadi langkah strategis untuk menghadirkan solusi berdampak jangka panjang,” ujarnya.

Diskusi yang dimoderatori Dosen Teknik Material dan Metalurgi FT UI Dr. Timothy Alexander Listyawan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Tbk Budiawansyah, Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Dr. Ir. Siti Sumilah Rita Susilawati, Guru Besar Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja FKM UI Prof. Fatma Lestari, serta Duta Minerba Goes to Vale Indonesia Site 2025 Mohammad Daneth Faizurrizqi.

Dalam pemaparannya, Budiawansyah menegaskan industri pertambangan perlu bertransformasi dari sekadar good mining menjadi responsible mining, dengan menjadikan ESG sebagai fondasi pengambilan keputusan bisnis. “Tidak ada masa depan tanpa pertambangan, dan tidak ada pula pertambangan tanpa memikirkan masa depan,” katanya.

Baca juga : PGN Optimalkan BioCNG Untuk Perkuat Energi Ramah Lingkungan

Ia menjelaskan komitmen keberlanjutan telah menjadi budaya perusahaan selama 58 tahun operasional Vale Indonesia, diwujudkan melalui produksi rendah emisi, pengelolaan limbah dan air secara berkelanjutan, pengelolaan lahan yang bertanggung jawab, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Sementara itu, Siti Sumilah Rita menyampaikan pemerintah terus memperkuat regulasi dan pengawasan guna memastikan praktik pertambangan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan ESG. Menurutnya, implementasi ESG harus terintegrasi dalam sistem tata kelola dan pengawasan, bukan sekadar komitmen administratif.

“Kolaborasi pemerintah, industri, dan perguruan tinggi menjadi kunci agar pertambangan Indonesia mampu menjawab tuntutan global sekaligus menjaga kepentingan nasional,” ujarnya.

Prof. Fatma Lestari menyoroti pentingnya aspek kesehatan dan keselamatan kerja sebagai bagian integral dari ESG. Ia menekankan pendekatan keberlanjutan yang berorientasi pada manusia (human-centered sustainability), dengan memastikan perlindungan pekerja dan masyarakat sekitar wilayah tambang.

Baca juga : Kemensos Matangkan Program MBG Untuk Para Lanjut Usia

Dari perspektif generasi muda, Daneth Faizurrizqi menyampaikan pentingnya literasi publik dan keterlibatan mahasiswa dalam mendorong praktik pertambangan yang lebih transparan, bertanggung jawab, dan berdampak jangka panjang.

Melalui forum tersebut, Vale Indonesia dan UI berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global untuk mendukung masa depan pertambangan hijau di Indonesia, sekaligus memperkuat kolaborasi antara industri, pemerintah, dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pertambangan yang berkelanjutan dan berorientasi jangka panjang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.