BREAKING NEWS
 

Pemerintah Jelaskan Impor Beras AS Adalah Beras Khusus: Seperti Beras Jepang

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Selasa, 3 Maret 2026 06:10 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat memberikan penjelasan kepada media usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2026). (Foto: Dok. Tim Media Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah buka suara soal impor beras dari Amerika Serikat (AS). Dijelaskan bahwa yang akan diimpor dari negara tersebut adalah beras khusus seperti beras Jepang, yang tidak dikonsumsi sehari-hari.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan, bahwa impor tersebut hanya sebesar 1.000 ton dan masuk dalam skema kerja sama dagang timbal balik antara Indonesia dan Amerika Serikat yang dikenal dengan Agreement of Reciprocal Trade (ART).

“Oh yang beras, itu mengenai beras khusus,” kata Zulhas usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Baca juga : Menko Pangan: Impor Beras AS Hanya Untuk Kategori Khusus

Zulhas menekankan, beras yang dimaksud bukan beras biasa yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari. Melainkan beras dengan spesifikasi tertentu yang memang menyasar segmen khusus.

“Seperti Jepang gitu, ada beras Jepang, disebut beras khusus. Nah kalau beras khusus, ada juga beras buat orang yang kena gula gitu. Kita yang jelas bukan beras yang buat makanan kita,” ujarnya.

Adsense

Menurutnya, praktik impor beras khusus bukan hal baru. Indonesia juga punya perjanjian serupa dengan Jepang, terutama untuk kebutuhan restoran Jepang yang memang membutuhkan jenis beras tertentu yang tidak diproduksi massal di dalam negeri.

Baca juga : Partai Gelora Berduka atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei

Saat ditanya kenapa tidak diproduksi saja di dalam negeri, Zulhas tak menampik bahwa faktor harga menjadi pertimbangan utama.

“Mahal itu, 100 ribu lebih satu kilo kan? Siapa mau beli kan? Yang beli kan yang makan di restoran Jepang aja,” katanya.

Ia kembali menegaskan, kebijakan ini bukan soal ketidakmampuan produksi dalam negeri, melainkan soal ceruk pasar yang sangat spesifik dan harga yang tinggi.

Baca juga : Jadi Tersangka Kasus Impor Barang, Kasi P2 Bea Cukai Ditangkap KPK

“Kayak beras Jepang tuh Rp 100 ribu kan satu kilogramnya,” tambahnya.

Dengan demikian, pemerintah memastikan impor 1.000 ton beras dari AS itu tidak akan mengganggu pasar beras nasional.

"Beras yang didatangkan adalah beras khusus untuk kebutuhan tertentu, bukan untuk menggantikan beras lokal yang menjadi konsumsi mayoritas masyarakat Indonesia," pungkas Zulhas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense