RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), akan tancap gas memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat kecamatan, nagari, dan desa, sebagai fondasi menuju kontestasi 2029. Pasalnya, mereka sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di seluruh DPD II, atau pengurus tingkat kabupaten dan kota se-Provinsi Sumbar, secara aklamasi.
Ketua DPD Golkar Sumbar, Khairunnas menyatakan, pihaknya akan melakukan konsolidasi politik secara masif di Ranah Minang. Menurutnya, kesuksesan Musda di 18 kabupaten dan kota di Provinsi Sumbar, merupakan momentum untuk membangun dan memperkuat infrastruktur politik yang solid hingga ke tingkat desa.
“Transisi kemepimpinan melalui mekanisme aklamasi, menunjukan soliditas dan keberlangsungan kepemimpinan ke depan. Setelah ini (menyelesaikan Musda), kami akan fokus memperkuat infrastruktur sampai ke akar rumput,” ujar Khairunnas saat silaturahmi dan buka puasa bersama di Kantor DPD Golkar Sumbar, Padang, Selasa (3/3/2026).
Dia mengatakan, setiap partai memiliki target kemenangan pada Pemilu mendatang. Namun begitu, Golkar Sumbar memilih tidak terburu-buru, untuk berbicara soal pencalonan.
Baca juga : Gerindra: Anggaran Siap, Segera Dimulai
Khairunnas menegaskan, mesin partai yang kuat dan solid, merupakan prasyarat mutlak sebelum memasuki gelanggang politik 2029.
“Sampai sekarang, belum ada arahan terkait pencalonan. Fokus kita, menyiapkan infrastruktur politik dan memperkuat konsolidasi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, dia menguraikan peta kekuatan yang dimiliki Partai Beringin di parlemen. Golkar Sumbar, memiliki sembilan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar dan menempatkan kader sebagai unsur pimpinan.
“Di tingkat kabupaten dan kota, Golkar berhasil meraih 82 kursi legislatif. Golkar juga mencatatkan tujuh ketua DPRD dan lima wakil ketua DPRD di 18 kabupaten/kota. Artinya, sekitar 68 persen daerah di Sumbar memiliki unsur pimpinan DPRD dari Golkar,” tuturnya.
Baca juga : Nasabah Bulion BSI Tumbuh 44 Persen
Khairunnas menambahkan, kehadiran pra kader Golkar di DPRD tingkat provinsi, serta kabupaten dan kota, akan menjalankan fungsi pengawasan sekaligus mendukung program Pemerintah. Sebab itu, pihaknya akan melakukan sejumlah evaluasi terhadap daerah, yang belum “diduduki” kader Golkar.
“Bagi daerah yang belum memperoleh posisi pimpinan DPRD, DPD Golkar Sumbar menyiapkan evaluasi khusus dan penguatan struktur kepengurusan. Langkah ini bagian dari strategi menyeluruh, untuk memperbesar peluang kemenangan di masa mendatang,” cetusnya.
Lebih lanjut, Khairunnas mengatakan, momentum Ramadan bukan hanya ruang konsolidasi, tapi juga memperkuat soliditas dan menyatukan langkah seluruh kader. Dia menginstruksikan seluruh kader untuk hadir di tengah-tengah rakyat, mendengar aspirasi, dan memberi solusi nyata. “Kepercayaan publik adalah modal utama kemenangan,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Khairunnas juga memastikan komitmen Golkar Sumbar dalam isu kemanusiaan dan pembangunan daerah. Dia meminta seluruh kader aktif mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, khususnya pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban terdampak.
Baca juga : Kepentingan Nasional Dan Aspek Halal Terlindungi
“Kami mendorong percepatan pembangunan huntap dengan pengawasan maksimal agar tepat sasaran. Kader harus aktif menyerap aspirasi masyarakat,” pintanya.
Khairunnas menambahkan, pengawalan itu juga merupakan bentuk dukungan politik Golkar terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. “Mendukung program Pemerintah merupakan bagian dari tanggung jawab politik Golkar, dalam memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan, baik di pusat maupun daerah,” tandasnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.