Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Penampilan berani Veda Ega Pratama pada seri pembuka Moto3 Thailand 2026 menjadi salah satu cerita paling menarik akhir pekan lalu.
Meski harus puas finis di posisi kelima, pembalap muda Indonesia itu tampil impresif dalam duel sengit empat pembalap yang memperebutkan podium terakhir hingga tikungan penutup.
Sejak pertengahan lomba, Veda sudah berada di rombongan kedua yang bersaing ketat untuk posisi tiga besar. Ia bahkan sempat mengisi posisi ketiga dalam beberapa lap krusial, menunjukkan ketenangan dan keberanian meski berstatus rookie.
Baca juga : Cinta Laura, Bantu Korban Bencana Di Aceh
Persaingan makin memanas ketika Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3), Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo), dan Adrian Fernandez (Leopard Racing) terus bergantian melakukan manuver saling salip. Empat pembalap ini terlibat aksi agresif, dengan jarak yang sangat rapat dan minim kesalahan.
Perrone, yang akhirnya berhasil mengunci podium ketiga, tak ragu mengakui betapa beratnya pertarungan tersebut.
“Saya sedang berusaha sekuat tenaga sejak start dari posisi ke-14. Persaingan untuk empat besar begitu cepat,” ujar Perrone seperti dikutip dari GPone, kemarin.
Baca juga : OSO: PT Bentuk Pengkhianatan Terhadap Kedaulatan Rakyat
Ia juga menggambarkan bagaimana ketegangan memuncak di lap terakhir. “Rombongan itu sangat agresif dengan banyak manuver menyalip. Bahkan pembalap di belakang terus mengejar, jadi kami bertarung setiap lap.”
Pada momen penentuan, Perrone mengambil risiko besar. “Di tikungan terakhir saya mencoba menyerang dari dalam dan hampir kehilangan kendali bagian depan, tapi itu terbayar. Menutup balapan di posisi ketiga setelah pertarungan seperti itu terasa luar biasa.”
Meski gagal naik podium, performa Veda tetap mencuri perhatian. Ia mampu bertahan dalam tekanan, meladeni duel wheel-to-wheel, dan menunjukkan kematangan balap yang tak biasa untuk pembalap debutan.
Baca juga : Telepon Menlu Iran, Sugiono Tawarkan RI Siap Mediasi Perang
Hasil finis kelima membuat Veda dinobatkan sebagai rookie terbaik pada balapan pembuka musim. Lebih dari sekadar posisi akhir, penampilannya menjadi sinyal kuat bahwa ia siap bersaing di level tertinggi Moto3.
Dengan mental baja dan kepercayaan diri yang terus tumbuh, Veda membuktikan bahwa dirinya bukan hanya pelengkap di grid. Duel di Thailand menjadi panggung pembuktian bahwa talenta Indonesia itu layak diperhitungkan dalam perebutan podium pada seri-seri berikutnya. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya