Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemulihan Pasca Bencana Sumatera
Gerindra: Anggaran Siap, Segera Dimulai
Kamis, 5 Maret 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra, Azis Subekti menegaskan, terbitnya Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 59 Tahun 2026 menjadi bukti respons cepat negara dalam menangani bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Melalui keputusan tersebut, Azis menjelaskan, Pemerintah Pusat telah menggeser anggaran sekaligus menambah Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Otonomi Khusus (Otsus) dengan total lebih dari Rp 10 triliun.
“Secara kebijakan, ini sinyal tegas bahwa negara tidak menunda kehadirannya di tengah situasi darurat. Tapi kebijakan tidak berhenti di atas kertas. Ia diuji dalam pelaksanaan,” kata Azis, Selasa (3/3/2026).
Baca juga : Nasabah Bulion BSI Tumbuh 44 Persen
Azis memaparkan, berdasarkan data per 1 Maret 2026, dari total alokasi Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp 85 triliun, realisasi penyaluran baru berkisar 25 persen. Artinya, kata dia, anggaran tersedia, tetapi laju pemulihan dinilai belum secepat kebutuhan masyarakat terdampak.
“Di titik ini, persoalan utama bukan lagi soal ketersediaan dana, melainkan kapasitas dan orientasi eksekusi,” tegasnya.
Anggota Komisi II DPR ini mengakui, tambahan DBH dan DAU memberi ruang fiskal. Namun, kata dia, sifatnya belum sepenuhnya berbasis peta kerusakan yang detail. Padahal, kata dia, dampak bencana bersifat spesifik dan membutuhkan intervensi terarah, mulai dari perbaikan infrastruktur, pemulihan akses ekonomi, hingga layanan dasar.
Baca juga : Kepentingan Nasional Dan Aspek Halal Terlindungi
“Tanpa penajaman prioritas, risiko terbesarnya adalah anggaran bergerak, sementara pemulihan berjalan lambat,” ujarnya.
Azis juga menyoroti tata kelola pemerintahan daerah yang masih menggunakan ritme prosedural normal, seperti perubahan APBD berlapis, proses pengadaan yang panjang, hingga koordinasi lintas wilayah yang belum terpusat. Padahal, kata dia, masyarakat yang kehilangan rumah dan mata pencaharian tidak hidup dalam jadwal birokrasi.
"Publik membutuhkan hasil konkret. Mulai dari air bersih kembali mengalir, jalan dapat dilalui, hingga layanan kesehatan dan sekolah kembali beroperasi," ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya