BREAKING NEWS
 

Gubernur Kalsel Ajak Warga Bijak Sikapi Perbedaan Lebaran

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Minggu, 22 Maret 2026 12:03 WIB
Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Sabtu (21/3/2026). Dok. Pemprov Kalsel

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin menilai adanya perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah merupakan hal yang lumrah. Ia bilang, perbedaan perayaan Lebaran bukan cuma terjadi di Indonesia. Di belahan dunia juga terdapat perbedaan dalam menetapkan 1 Syawal.

Menurut Muhidin, perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Syawal, seperti melalui rukyatul hilal maupun metode perhitungan lainnya, tidak perlu menjadi perdebatan yang berlarut.

“Perbedaan itu biasa, ada yang melihat hilal, ada yang menggunakan metode lain. Yang penting masyarakat meyakini apa yang menjadi pedomannya, baik itu dari organisasi keagamaan, pemerintah, maupun keyakinan masing-masing,” kata Muhidin usai melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Sabtu (21/3/2026).

Baca juga : Kapolri Minta Jajaran Siaga Bencana Saat Libur Lebaran

Muhidin menegaskan masyarakat tidak perlu mempermasalahkan perbedaan tersebut selama setiap pihak menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing serta tetap menjaga kerukunan dan persatuan.

Adsense

“Siapapun, yang penting meyakini. Kalau sudah meyakini bahwa sudah masuk Idulfitri, maka silakan dirayakan. Tidak perlu diperdebatkan, karena perbedaan itu hal yang wajar,” ujarnya.

Ia bilang, pelaksanaan salat Idul Fitri tahun ini dihadiri jamaah dalam jumlah besar hingga hampir memenuhi seluruh area masjid.

Baca juga : Kemenhub: Puncak Arus Mudik Terjadi Pada H-3 Lebaran

“Ini luar biasa, masyarakat yang hadir sangat banyak, hampir seluruh tempat penuh. Bahkan pelaksanaan sebelumnya juga sudah dipadati jamaah,”

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan salat yang dipimpin imam dengan kualitas bacaan yang sangat baik sehingga menambah kekhusyukan ibadah. Menurutnya, momentum Idul Fitri menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.

“Dengan imam yang luar biasa, ini mengingatkan kita bahwa kita masih memiliki kekurangan dan dosa. Mudah-mudahan setelah menjalani ibadah puasa, kita bisa terus meningkatkan ibadah dan mengakhiri hidup dalam keadaan baik,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense