BREAKING NEWS
 

Menag Tegaskan Pentingnya Integrasi Nilai Spiritual dengan Perkembangan Sainstek

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 24 Maret 2026 16:55 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar (Foto: Dok. Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya integrasi nilai spiritual dengan perkembangan sains dan teknologi dalam pendidikan tinggi. Hal ini disampaikan saat menghadiri pembinaan pegawai dan meresmikan Fakultas Sains dan Teknologi, di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Senin (23/3/2026).

Menurut Menag, kemajuan teknologi tidak boleh berjalan tanpa arah. Penguatan dimensi spiritual harus menjadi fondasi agar perkembangan ilmu pengetahuan tetap membawa manfaat bagi kemanusiaan.

“Jangan sampai kita maju secara teknologi, tetapi kehilangan arah secara spiritual. Teknologi harus dipandu oleh nilai-nilai agama agar tetap memanusiakan manusia,” ujarnya, seperti dimuat di laman kemenag.go.id.

Menag menyoroti urgensi penguatan pendidikan berbasis sains dan teknologi yang selaras dengan nilai keagamaan. Ia berharap, perguruan tinggi mampu melahirkan generasi unggul secara intelektual sekaligus matang secara spiritual.

Baca juga : Wamenperin Tekankan Pentingnya Tata Kelola Lingkungan Industri

“Ilmu tanpa agama kehilangan arah, sementara agama tanpa ilmu kehilangan relevansi. Keduanya harus berjalan beriringan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menekankan bahwa penguatan kerukunan umat beragama tidak cukup dilakukan melalui forum seremonial. Dialog lintas agama, menurutnya, harus menjadi ruang produktif yang melahirkan pemahaman dan kebijaksanaan.

“Kita harus menghadirkan dialog yang berdampak, bukan sekadar pertemuan formal. Dialog harus melahirkan hikmah yang berakar pada nilai lokal dan berwawasan global,” tegasnya.

Adsense

Ia menambahkan, moderasi beragama menjadi kunci menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman. Moderasi bukan berarti mengurangi ajaran agama, melainkan mengelola cara beragama agar tetap berada di jalan tengah.

Baca juga : Mbak Titiek Puji Kapolri Tindaklanjuti Instruksi Presiden Soal Bangun Jembatan

“Agama itu sudah sempurna. Yang perlu dimoderasi adalah cara kita beragama. Moderasi adalah upaya menjaga keseimbangan, menghargai perbedaan tanpa memaksakan keseragaman,” jelasnya.

Menag juga mengingatkan pentingnya menghindari dua kutub ekstrem dalam kehidupan beragama. Pemaksaan keseragaman dapat memicu radikalisme, sementara kebebasan tanpa batas berpotensi melahirkan sikap liberal yang berlebihan.

“Indonesia tidak dibangun di atas ekstremitas. Kita menjaga keseimbangan melalui nilai toleransi, komitmen kebangsaan, anti-kekerasan, dan penghormatan terhadap tradisi,” ujarnya.

Peresmian Fakultas Sains dan Teknologi di kampus tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Menag, didampingi pimpinan kampus serta tokoh yang hadir. Fakultas ini diharapkan menjadi pusat pengembangan inovasi yang tetap berakar pada nilai budaya dan spiritualitas.

Baca juga : Agrinas Jaladri Perkuat Sinergi dengan Media, Kembangkan Ekosistem Perikanan

Menutup arahannya, Menag berpesan kepada mahasiswa untuk terus mengembangkan kapasitas diri sekaligus menjaga integritas dan nilai moral.

“Kalian adalah pemimpin masa depan. Kuasai ilmu pengetahuan, berinovasilah, tetapi tetap pegang teguh nilai-nilai spiritual,” pesannya.

Melalui momentum ini, Kementerian Agama berharap terbangun sinergi antara penguatan kerukunan umat beragama dan kemajuan ilmu pengetahuan guna mendorong pembangunan bangsa yang inklusif dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense