RM.id Rakyat Merdeka - Program Koperasi Merah Putih (KMP) yang tengah dijalankan Pemerintah layak mendapat apresiasi. KMP dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dewan Pakar DPP Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengapresiasi program Koperasi Merah Putih (KMP) yang tengah dijalankan Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat layak mendapat apresiasi. Dia berharap KMP terus dioptimalkan agar manfaatnya semakin luas.
“Secara umum koperasi ini sudah berjalan dengan baik. Beberapa kebutuhan dasar masyarakat seperti air minum dan LPG juga sudah tersedia,” kata BHS di Jakarta, Jumat (25/3/2026).
Apresiasi tersebut disampaikan BHS usai meninjau langsung KMP Bungurasih di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (25/3/2026). Dalam kunjungan sebagai Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR Fraksi Partai Gerindra dia mendorong agar operasional koperasi terus ditingkatkan.
Baca juga : Persaingan Bank Berebut Dana, Kini Tak Lagi Keras
“Kami mengajak masyarakat untuk bergabung dan memanfaatkan koperasi ini. Dengan semakin banyak anggota, koperasi akan tumbuh dan memberi manfaat lebih besar,” katanya.
Menurut BHS, koperasi memiliki potensi besar dalam mendukung pelaku usaha kecil dan menengah, terutama dalam akses permodalan dengan skema terjangkau. Founder BHS Peduli itu juga memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk kebutuhan RW 5 serta empat unit CCTV guna meningkatkan keamanan lingkungan.
Sementara, Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bungurasih, Sukanto berterima kasih atas kunjungan BHS. Dia menjelaskan, saat ini operasional koperasi masih bersifat sementara dengan memanfaatkan fasilitas pengurus RW.
“Kami masih menempati lokasi sementara di RW 5. Untuk gerai permanen, saat ini sedang dalam proses pembangunan dan sudah masuk tahap pondasi,” ujar Sukanto.
Baca juga : Filipina Subsidi BBM, Korsel Minta Warga Hemat Mandi
Diketahui, secara umum program KMP masih dalam tahap pembangunan. Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop), Panel Barus mengatakan, progres pembangunan koperasi saat ini telah mencapai sekitar 30.000 unit.
“Yang sedang dibangun antara 30.000 sampai 32.000 unit. Untuk bangunan fisik yang sudah jadi, jumlahnya hampir 3.000,” ujar Panel di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Panel mengatakan, Pemerintah optimistis pembangunan KMP akan selesai sesuai target pada Juli-Agustus 2026. Dia menjelaskan, dalam menjaga konsistensi operasional sebagai indikator keberhasilan, Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyiapkan enam variabel utama.
"Seluruhnya diharapkan terpenuhi agar program ini benarbenar berdampak pada ekonomi masyarakat," ujarnya.
Baca juga : Pram: ASN Yang Bolos, Siap-siap Kena Sanksi
Keenam variabel yang disiapkan tersebut adalah skema permodalan, panduan operasional (best practice), pendampingan, pengembangan platform digital terpadu, pembentukan hub di tingkat kabupaten, serta relaksasi regulasi.
“Enam variabel ini penting untuk mewujudkan operasionalisasi koperasi. Sayang jika sudah ada pengurus, badan hukum, serta sarana prasarana memadai, tetapi tidak berjalan,” tandas Panel. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.