BREAKING NEWS
 

Haul Ke-56 Guru Tua, Habib Aboe Ingatkan Tenun Persatuan Dari Bumi Tadulako

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Kamis, 2 April 2026 08:18 WIB
Haul ke-58 Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri yang digelar di kompleks Alkhairaat Pusat, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (1/4/2026). Foto: Dok Pemprov Sulteng

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi menghadiri peringatan Haul ke-58 Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri yang digelar di kompleks Alkhairaat Pusat, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (1/4/2026).

Acara haul di Bumi Tadulako berlangsung khidmat diikuti ratusan ribu jamaah dari beragam daerah di Indonesia.

Kehadiran Habib Aboe di tengah lautan umat, jadi bagian dari komitmennya menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang diwariskan Guru Tua.

Habib Aboe bersyukur dapat kembali mengikuti haul tokoh besar yang dikenal luas sebagai pelopor pendidikan Islam di kawasan timur Indonesia.

Baca juga : Mo Salah Resmi Tinggalkan Liverpool Juni 2026, Ini Pesan Haru Buat Fans

Menurutnya, sosok Guru Tua tidak hanya dikenang sebagai ulama, tetapi juga sebagai figur pemersatu yang mampu memadukan nilai keagamaan dengan semangat cinta Tanah Air.

"Guru Tua mengajarkan bahwa keimanan dan nasionalisme tidak perlu dipertentangkan. Justru keduanya harus berjalan seiring untuk membangun bangsa," tutur Habib Aboe dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Haul Guru Tua Tahun ini, kata dia, menjadi refleksi penting di tengah dinamika sosial yang berkembang. Ribuan jamaah yang hadir tak memandang latar belakang suku maupun golongan dinilai sebagai bukti nyata kuatnya persatuan bangsa Indonesia.

Adsense

Dikatakan, warisan utama Guru Tua adalah dakwah yang merangkul, bukan memukul. Keteladanannya menjadi oase yang mendinginkan suasana.

Baca juga : PAN Ingatkan Pengurus Siap Dievaluasi & Dicopot

"Momentum ini memperlihatkan bahwa persaudaraan jauh lebih kuat daripada perbedaan. Ini yang harus terus kita jaga," imbaunya.

Ia juga menyoroti metode dakwah Guru Tua yang sejuk dan inklusif. Pendekatan tersebut sangat relevan diterapkan dalam menghadapi tantangan zaman, terutama di tengah arus informasi yang kerap memicu perpecahan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama menjaga keutuhan bangsa. Peran organisasi Alkhairaat dalam mencetak generasi berilmu, berkontribusi besar dalam membentengi masyarakat dari pengaruh negatif seperti hoaks dan provokasi.

"Dengan ilmu, masyarakat akan lebih bijak dalam menyikapi berbagai persoalan. Alkhairaat membuktikan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah jihad yang paling nyata. Dengan ilmu, persatuan bangsa akan terjaga dari hoaks dan adu domba," kata dia.

Baca juga : Di Hadapan Buruh, Kapolri Serukan Persatuan Hadapi Gejolak Global

Habib Aboe mengajak seluruh masyarakat menjadikan Haul Guru Tua sebagai momentum memperkuat persatuan dan semangat kebangsaan.

Ia berharap nilai-nilai perjuangan Guru Tua terus hidup dan menjadi inspirasi dalam membangun Indonesia yang bersatu, damai, maju, dan bermartabat. Habib Aboe juga mengajak seluruh elemen bangsa, meeladani kegigihan Guru Tua dalam menjaga keutuhan NKRI.

"Sebagaimana syair beliau, bendera merah putih adalah kemuliaan kami, yang tertancap kuat di sanubari," pungkas Habib Aboe.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense