BREAKING NEWS
 

Ketua Golkar Maluku Tenggara Ditikam Jelang Musda

Beringin Minta Kader Tidak Terprovokasi

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : ROMDONY SETIAWAN
Senin, 20 April 2026 06:45 WIB
Ketua DPD Golkar Maluku, Umar Lessy. (Foto: Instagram/lessy.umar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Maluku mengutuk penikaman terhadap Ketua DPD Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Mereka meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas insiden pembunuhan itu karena berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan kondusivitas daerah.

Ketua DPD Golkar Maluku, Umar Lessy, menyatakan insiden penikaman yang mengakibatkan meninggalnya Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, merupakan duka mendalam bagi keluarga besar Partai Golkar. Menurut dia, peristiwa tersebut tidak hanya berdampak pada korban dan keluarga, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan kondusivitas di Maluku Tenggara. 

“Kami mengutuk keras tindakan kekerasan yang terjadi terhadap Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara. Tindakan penikaman ini adalah perbuatan melawan hukum yang tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Umar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/4/2026). 

Lebih lanjut, dia mengimbau seluruh kader Golkar di Maluku, khususnya di Kabupaten Maluku Tenggara, untuk menahan diri, tidak terprovokasi, serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Umar meminta solidaritas kader terhadap insiden tersebut ditunjukkan dengan sikap dewasa, bukan tindakan yang memperkeruh keadaan. 

Baca juga : Keberhasilan Di Pilpres Ditentukan Banyak Faktor

“Kami meminta aparat kepolisian mengusut tuntas peristiwa ini, menangkap pelaku, serta mengungkap motif di balik kejadian tersebut secara transparan dan profesional. Semua pihak, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen pemuda, harus bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” pintanya. 

Umar juga menyerukan kepada seluruh struktur Golkar untuk tetap solid, memperkuat komunikasi organisasi, serta menyerahkan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum. “Seluruh kader Partai Golkar harus menjaga nilai-nilai demokrasi, perdamaian, dan supremasi hukum di seluruh wilayah Provinsi Maluku,” tandasnya. 

Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Komisaris Besar Polisi Rositah Umasugi, mengatakan peristiwa penikaman terhadap Agrapinus Rumatora alias Nus Kei terjadi pukul 11.25 WIT di pintu keluar bandara, Kecamatan Kei Kecil, Minggu (19/4/2026). Saat itu, korban baru saja tiba dari Jakarta. 

Adsense

“Korban ditikam sesaat setelah tiba di Bandara Karel Sadsuitubun menggunakan sebilah pisau oleh orang tak dikenal. Kemudian, pelaku melarikan diri,” ujarnya. 

Baca juga : Harga Bensin Rakyat Aman, Yang Naik Bensin Orang Kaya

Menurut Rositah, korban sempat dilarikan keluarga ke RS Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka serius yang diderita. 

Namun begitu, lanjut dia, pihaknya bergerak cepat dalam menangani insiden tersebut. Dalam waktu kurang dari dua jam, dua terduga pelaku berhasil diamankan. 

“Mereka berinisial HR (28) dan FU (36). Saat ini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Maluku Tenggara. Soal motif masih dalam penyelidikan,” terangnya. 

Lebih lanjut, Rositah mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi. “Polisi memastikan kasus ini akan ditangani secara profesional dan transparan,” cetusnya. 

Baca juga : Batik Dan Kain Ihram IKM Pasok Perlengkapan Haji

Sebelumnya, Ketua Panitia Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Maluku Tenggara, Markus P. S. Rafra, mengatakan Musda Golkar Maluku Tenggara direncanakan digelar 22–23 April 2026. Menurut dia, kegiatan itu merupakan momentum penting untuk melahirkan kepemimpinan baru yang inklusif dan berintegritas. 

“Musda bukan sekadar agenda rutin. Ini momentum untuk menghadirkan pemimpin terbaik bagi Maluku Tenggara. Kami berharap seluruh proses berjalan demokratis, tertib, dan tetap menjaga suasana kondusif,” ujarnya. 

Markus menambahkan, Musda kali ini dirancang lebih terbuka dengan memberikan kesempatan bagi kader maupun masyarakat umum untuk mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara periode 2026–2031. 

“Musda XI adalah pembuktian bahwa politik bisa dijalankan dengan sehat, elegan, dan terbuka. Kami berharap lahir pemimpin yang mampu merangkul semua golongan dan membawa harapan baru bagi masa depan Maluku Tenggara,” tutupnya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense