Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tentang Yang Paling Berjasa Dalam Kemenangan Jokowi
Keberhasilan Di Pilpres Ditentukan Banyak Faktor
Senin, 20 April 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kemenangan dalam politik tidak pernah ditentukan oleh satu faktor tunggal. Banyak unsur yang saling menopang dalam sebuah kemenangan elektoral. Termasuk, kemenangan Jokowi pada pemilihan presiden (pilpres) 2014.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji merespons pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, yang menyebut Joko Widodo tidak akan menjadi presiden tanpa perannya. Dia mengatakan, kemenangan dalam politik tidak pernah ditentukan oleh satu faktor tunggal.
"Di dunia ini tidak ada yang terjadi karena faktor tunggal. Termasuk, dalam sebuah kemenangan elektoral, banyak unsur yang saling menopang,” kata Sarmuji di Jakarta, Minggu (19/4/2026).
Sarmuji mengakui, JK bisa saja memiliki kontribusi dalam kemenangan Jokowi pada Pilpres 2014. Namun, dia menegaskan, banyak pihak lain juga turut berperan dalam proses tersebut.
Baca juga : Harga Bensin Rakyat Aman, Yang Naik Bensin Orang Kaya
“Bisa jadi Pak JK punya jasa, tetapi kemungkinan yang lain juga punya jasa,” ujarnya.
Menurut Sarmuji, setiap tokoh memiliki hak untuk menyampaikan pandangannya masingmasing terkait peran dalam perjalanan politik. Dia mengaku, tidak mengetahui secara rinci proses penentuan calon wakil presiden bagi Jokowi kala itu.
“Itu hak Pak JK untuk menyampaikan bahwa beliau punya jasa,” lanjutnya.
Senada, Ketua Umum Kornas Jokowi, Havid Permana menilai, terpilihnya seorang presiden tidak bisa dilepaskan dari dua hal utama. Yakni, kehendak Tuhan dan kedaulatan rakyat melalui mekanisme demokrasi.
Baca juga : Batik Dan Kain Ihram IKM Pasok Perlengkapan Haji
“Proses ini tidak bisa dilekatkan hanya pada peran satu individu,” ujar Havid dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (19/4/2026).
Menurut Havid, penting untuk menjaga kerendahan hati dalam menyikapi perjalanan politik bangsa, terutama di tengah dinamika nasional dan global sekarang ini. Dia menyayangkan munculnya pernyataan bernuansa klaim personal di saat masyarakat membutuhkan ketenangan dan persatuan.
“Situasi global sedang tidak mudah. Kita semua diharapkan menjaga suasana tetap kondusif dan saling menguatkan,” katanya.
Havid mengajak, para tokoh bangsa untuk menyampaikan pesan yang menyejukkan serta mengedepankan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Dia mengatakan, pada akhirnya semua akan kembali kepada Sang Pencipta.
Baca juga : Penumpang KRL Berjubel, Sama Seperti Hari Biasa
"Akan lebih baik jika energi yang kita miliki digunakan untuk hal-hal yang membawa kebaikan dan kedamaian,” tutupnya.
Sebelumnya, JK menyampaikan pernyataan tegas terkait perannya dalam perjalanan politik Jokowi. “Jokowi jadi Presiden karena saya. Tanpa jadi gubernur, mana bisa jadi Presiden,” tegas JK saat media briefing di kediamannya, Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Sebagai informasi, duet Jokowi-JK memenangkan Pilpres 2014 dengan perolehan 70.997.833 suara atau 53,15 persen. Sementara pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa meraih 62.576.444 suara atau 46,85 persen.
Dalam kontestasi tersebut, Partai Golkar berada di kubu Prabowo-Hatta bersama Gerindra, PAN, PKS, PPP, dan PBB. Sementara Jokowi-JK diusung oleh PDIP, PKB, NasDem, dan Hanura. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya