BREAKING NEWS
 

Heran Dengan Isu Yang Berkembang

Dasco: Tak Ada Merger Antara Gerindra Dan NasDem

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Rabu, 22 April 2026 06:40 WIB
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: Tedy Kroen/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memastikan, kabar merger antara Partai Gerindra dan Partai NasDem tidak benar. Dia menegaskan, tidak pernah ada pembicaraan apa pun terkait rencana penggabungan kedua partai politik tersebut. 

“Seperti yang disampaikan oleh NasDem, kami tidak pernah ada pembicaraan seperti itu (merger antara Partai Gerindra dan Partai NasDem),” ujar Dasco, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026). 

Dasco heran dengan munculnya isu merger antara Partai Gerindra dan Partai NasDem. Namun, dia memilih tidak banyak berkomentar karena pihak NasDem telah lebih dahulu memberikan klarifikasi kepada publik. 

Baca juga : PLN Dan Perusahaan Tambang Teken Jual Beli Listrik Bersih

“Kami juga bingung sebenarnya kabar itu muncul dari mana. Tapi, karena NasDem sudah lebih dulu menjelaskan, kami rasa itu sudah cukup,” tambahnya. 

Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh telah membantah tegas isu merger dengan Partai Gerindra. Dia menyebut, kabar tersebut merupakan kesimpulan yang terlalu dini. 

“Sudah pasti tidak ada. Itu barangkali terlalu cepat menyimpulkan, tapi saya pikir wajar,” kata Paloh, dalam acara halalbihalal Forum Pemimpin Redaksi, di NasDem Tower, Jakarta, Kamis (16/4/2026) malam. 

Baca juga : PKS Bantah Ada Konflik Internal, Pergantian Ketua DPRD Jakarta Cuma Rotasi Biasa

Paloh menjelaskan, pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto, di Hambalang, Bogor, pada pertengahan Februari 2026, tidak membahas soal merger. Pertemuan itu lebih fokus pada kondisi bangsa dan tantangan ke depan. 

“Termasuk bagaimana menghadapi tantangan ke depan bagi seluruh partai koalisi. NasDem berada dalam posisi itu,” jelasnya. 

Adsense

Selain itu, Paloh juga mengaku berdiskusi tentang pentingnya kritik dalam kehidupan demokrasi. Dia mengingatkan, kritik harus disikapi secara bijak dan proporsional, serta tidak keluar dari koridor yang semestinya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense