BREAKING NEWS
 

Pengamat: Laksdya Irvansyah dan Laksdya Agus Hariadi Kandidar Kuat KSAL

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 26 April 2026 15:06 WIB
Foto: TNI.

RM.id  Rakyat Merdeka - Bursa calon Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) kian mengerucut. Dua nama perwira tinggi TNI AL, Laksamana Madya Irvansyah dan Laksamana Madya Agus Hariadi, disebut-sebut menjadi kandidat terkuat dalam suksesi pucuk pimpinan matra laut tersebut.

Pengamat politik Adib Miftahul menilai, persaingan keduanya tidak bersifat langsung atau head-to-head. Penentuan KSAL, kata dia, sangat bergantung pada berbagai faktor strategis, mulai dari kebutuhan organisasi, regenerasi, hingga masa dinas.

“Masing-masing memiliki prestasi dan rekam jejak yang kuat. Namun, kedua nama tersebut saat ini paling layak untuk posisi KSAL,” ujar Adib, Minggu (26/4/2026).

Laksdya Irvansyah saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI. Lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1990 tersebut dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang operasi laut dan keamanan maritim.

Baca juga : BytePlus Dorong Inovasi dan Daya Saing Perusahaan Lewat Solusi AI

Sepanjang kariernya, Irvansyah pernah menduduki sejumlah posisi strategis di TNI AL, termasuk di jajaran komando armada dan lembaga terkait keamanan laut.

Dengan usia yang masih relatif ideal, ia dinilai memiliki peluang besar karena masa dinasnya masih panjang serta pengalaman lintas lembaga.

Adsense

Sementara itu, Laksdya Agus Hariadi juga merupakan perwira tinggi berpengalaman. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) dan saat ini mengemban tugas sebagai Staf Khusus KSAL.

Lulusan AAL 1989 tersebut dikenal memiliki latar belakang kuat di bidang perencanaan strategis dan kebijakan pertahanan.

Baca juga : Pramono Bakal Tambah Armada dan Perluas Layanan Mikrotrans di Jakarta

Adib yang juga Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) menegaskan, pemilihan KSAL tidak hanya didasarkan pada senioritas, melainkan juga kebutuhan organisasi ke depan.

“Presiden akan mempertimbangkan aspek regenerasi, kesinambungan program, serta kapasitas kepemimpinan dalam menghadapi tantangan maritim yang semakin kompleks,” ujarnya.

Ia menambahkan, kandidat dengan masa dinas lebih panjang cenderung memiliki peluang lebih besar karena dinilai mampu menjalankan program strategis secara berkelanjutan.

“Dalam konteks ini, nama seperti Irvansyah relatif lebih diuntungkan. Namun, keputusan akhir tetap merupakan hak prerogatif Presiden,” tegasnya.

Baca juga : RSUP Fatmawati Sukses Gelar Transplantasi Hati Ayah Dan Anak, Begini Kondisinya

Hingga kini, belum ada keputusan resmi terkait siapa yang akan menjabat KSAL. Proses seleksi diperkirakan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari rekam jejak, kebutuhan organisasi, hingga dinamika politik dan keamanan nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense