Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Imbas Serangan Iran, Bahrain Larang Aktivitas Maritim Tanpa Batas Waktu
Minggu, 29 Maret 2026 22:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bahrain mengumumkan larangan aktivitas maritim hingga batas waktu yang belum ditentukan, demi melindungi wilayah pesisir negara Teluk tersebut, dari serangan Iran yang terus berlanjut.
"Demi melindungi para pelaut di tengah agresi terang-terangan rudal dan drone Iran terhadap Kerajaan Bahrain, dan mempertimbangkan risiko serius yang ditimbulkan terhadap keselamatan warga dan penduduk, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan larangan pergerakan maritim bagi pelaut yang menggunakan kapal nelayan dan rekreasi, sebagai bagian dari tindakan yang diambil untuk melindungi pantai Bahrain," demikian petikan pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahrain, Minggu (29/3/2026).
Larangan akan berlaku mulai pukul 18.00 hingga 04.00, mulai Minggu (29/3/2026), hingga pemberitahuan lebih lanjut. Keputusan itu datang sebagai perpanjangan dari keputusan sebelumnya yang mengatur pergerakan maritim, seperti diilustrasikan dalam peta terlampir.
Baca juga : Australia Larang Masuk Warga Berpaspor Iran

Foto: Kemendagri Bahrain
Baca juga : Yuk, Kita Pilah & Pendam Sampah Organik Di Tanah
Kemendagri Bahrain mendesak semua pelaut untuk mematuhi waktu larangan maritim. Hindari mendekati pantai untuk memastikan keselamatan dan menghindari akuntabilitas hukum.
Langkah-langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan keselamatan maritim dan meningkatkan kesiapan dalam keadaan saat ini.
IRGC Serang Pabrik Aluminium
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan, pasukannya telah meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap dua pabrik industri yang terkait dengan militer dan industri kedirgantaraan Amerika Serikat di Uni Emirat Arab dan Bahrain: Emirates Aluminium dan Aluminium Bahrain.
Baca juga : Popularitas Trump Makin Melorot Ke Titik Terendah
"Sebagai respons atas tindakan jahat musuh Amerika-Zionis yang menargetkan infrastruktur industri negara kami dari wilayah pesisir selatan Teluk Persia, para pejuang Angkatan Dirgantara dan Angkatan Laut IRGC melaksanakan operasi gabungan dan terarah, yang berhasil menghantam dua industri yang terkait dengan sektor militer dan kedirgantaraan AS di kawasan tersebut, dengan rudal dan drone. Termasuk, pabrik Emirates Aluminum (EMAL) di UEA dan pabrik Aluminum Bahrain (Alba) di Bahrain,” demikian pernyataan IRGC, seperti dilansir Tasnim, Minggu (29/3/2026.
IRGC menuturkan, pabrik EMAL memiliki jalur produksi aluminium terpanjang di dunia dengan kapasitas produksi mencapai 1,3 juta ton. Sementara itu, pabrik aluminium Alba, yang melibatkan investasi dan kepemilikan saham dari perusahaan-perusahaan Amerika, disebut berperan penting dalam produksi barang untuk industri militer AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya