BREAKING NEWS
 

Hasil Perikanan Pati Laris Manis Berkat Program MBG

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Minggu, 26 April 2026 19:13 WIB
Foto: Bakom RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong peningkatan permintaan bahan pangan lokal, khususnya sektor perikanan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Hasil budidaya masyarakat seperti lele, bandeng, dan nila kini semakin terserap oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) seiring bertambahnya jumlah unit yang beroperasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, program MBG memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Dengan adanya program ini, banyak UMKM terbantu. Kami juga mendorong SPPG untuk membeli produk dari pelaku usaha lokal di Kabupaten Pati, dan manfaatnya sangat terasa,” ujarnya.

Menurut Risma, permintaan dari dapur MBG membuat hasil budidaya masyarakat terserap lebih optimal, sekaligus mendorong stabilitas bahkan kenaikan harga komoditas.

Baca juga : Peran Kartini Migas untuk Produksi Energi Negeri

Ia mencontohkan harga ikan lele di tingkat pembudidaya yang sebelumnya berada di bawah Rp20 ribu per kilogram kini mengalami peningkatan. Hal serupa juga terjadi pada komoditas tambak seperti bandeng.

“Harganya sudah membaik. Ini menunjukkan pelaku usaha lokal mendapatkan manfaat nyata dari program ini,” katanya.

Dengan adanya permintaan yang stabil, pelaku usaha perikanan kini memiliki kepastian pasar. Kondisi tersebut mendorong peningkatan produksi budidaya lele, bandeng, dan nila, sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Adsense

Pemerintah Kabupaten Pati juga mendukung pelaksanaan program ini melalui pengawasan intensif, termasuk inspeksi mendadak (sidak) ke dapur-dapur SPPG.

Risma mengatakan pihaknya turun langsung meninjau operasional SPPG Ketitang Wetan I di Kecamatan Batangan sejak pagi hari untuk memastikan kualitas layanan.

Baca juga : Bangkit Dari Pandemi, Santi Kini Jadi Supplier Buah Program MBG

“SPPG ini menjadi salah satu percontohan di Kabupaten Pati. Fasilitasnya sudah memenuhi standar, dan kami juga telah mencicipi menu yang disajikan,” ujarnya.

Seiring perluasan program, jumlah SPPG di Kabupaten Pati terus bertambah dan kini melayani ratusan ribu penerima manfaat.

“Sekitar 156 SPPG sudah beroperasi dan sekitar 54 lainnya dalam tahap persiapan. Saat ini, layanan telah menjangkau sekitar 314.000 siswa,” ungkapnya.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus mengawal keberlanjutan program MBG melalui pengawasan rutin di seluruh kecamatan.

“Kami minta monitoring dilakukan setiap hari tanpa pemberitahuan untuk memastikan kualitas layanan dan mengantisipasi kendala di lapangan,” tegasnya.

Baca juga : Hasnur Group Uji Tanaman Energi Pongamia Di Lahan Bekas Tambang Tapin

Risma juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas pelaksanaan program MBG yang dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Program ini diterima dengan baik oleh masyarakat Pati. Kami akan terus mengawal agar berjalan optimal,” katanya.

Program MBG dinilai tidak hanya meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat rantai pasok pangan lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense