Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Perusahaan solusi air dan hunian berkelanjutan, LIXIL, mendorong penguatan ekosistem arsitektur dan pembangunan di Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor serta integrasi desain dan teknologi.
Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia Arfindi Batubara mengatakan, kualitas ruang hidup kini tidak hanya ditentukan oleh aspek estetika, tetapi juga oleh kemampuan desain dan teknologi dalam menghadirkan lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.
“Melalui semangat kolaborasi lintas sektor, kami berkomitmen menjadi mitra strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional serta meningkatkan kualitas ruang hidup masyarakat,” ujar Arfindi dalam keterangan di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Baca juga : Senayan Ingin PTN Dan PTS Sama-sama Berkembang
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, LIXIL aktif terlibat dalam berbagai platform industri, termasuk ARCH:ID 2026, serta menginisiasi program seperti LIXIL Architectural Design Competition (LADC) dan LIXIL Day of Architecture and Design (LDAD) untuk memperkuat kolaborasi antarprofesional.
Pada ajang ARCH:ID 2026, LIXIL menghadirkan Paviliun “OASE: Architecture in the Water Cycle” yang mengusung konsep keberlanjutan melalui pemanfaatan kembali elemen pameran seperti air dan tanaman untuk kebutuhan lanskap di masa depan.
Paviliun tersebut dikembangkan bersama Adi Purnomo, pendiri Mamostudio, serta melibatkan sejumlah pakar lintas disiplin.
Baca juga : KPK Pelajari Putusan Praperadilan Sekjen DPR, Siapkan Langkah Lanjutan
Adi mengatakan, pendekatan kolaboratif dalam proyek ini bertujuan memperkaya pemahaman publik mengenai keterkaitan antara air, sanitasi, dan lingkungan, khususnya di kawasan perkotaan.
“Proyek ini menunjukkan bagaimana sinergi lintas disiplin dapat menciptakan ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga edukatif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain menghadirkan instalasi, paviliun tersebut juga dilengkapi berbagai kegiatan, seperti sesi “Step into the Oasis” pada 23 April 2026 serta diskusi “Alun-alun Talks” pada 24 April 2026 yang mengangkat pemanfaatan data lingkungan dalam desain arsitektur.
Baca juga : PHI Raih 6 PROPER Hijau 2025, Bukti Komitmen Lingkungan Berkelanjutan
Melalui inisiatif tersebut, LIXIL berharap dapat mendorong terciptanya ruang kolaborasi yang lebih luas serta memperkuat ekosistem arsitektur Indonesia agar lebih adaptif dan relevan terhadap tantangan masa depan.
Komitmen ini juga sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan, LIXIL Environmental Vision 2050, yang menargetkan netralitas karbon, efisiensi penggunaan air, serta peningkatan akses sanitasi global.
“Kolaborasi menjadi kunci untuk menciptakan ruang hidup yang tidak hanya estetis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Arfindi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya