BREAKING NEWS
 

Terdapat 7.000 Data Anomali

Peserta UTBK-SNBT Curang Perlu Diproses Hukum

Reporter : OSPI DARMA
Editor : ABDUL SHOMAD
Minggu, 26 April 2026 20:31 WIB
Petugas menyiapkan perangkat komputer untuk pelaksanaan UTBK-SNBT di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Senin (29/4/2024). (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengingatkan kepada seluruh peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) untuk menghindari berbagai modus kecurangan dalam pelaksanaan ujian.

"Modus kecurangan apa pun, pasti akan diketahui oleh panitia. Kejahatannya akan diproses sesuai ketentuan hukum," kata Brian, dalam siaran persnya, Jumat (24/4/2026).

Brian menegaskan, pihaknya berkomitmen menjaga integritas seluruh proses SNBT. Dia mengatakan, penegakan aturan ini penting untuk memastikan keadilan bagi seluruh peserta. 

“Untuk adik-adik calon mahasiswa, silakan mengikuti ujian dengan baik, jujur, dan percaya dengan kemampuan diri sendiri,” imbuhnya.

Brian mengungkapkan, terdapat 7.000 data anomali dalam pelaksanaan UTBK. Dia telah memetakan data anomali tersebut sejak awal dan akan terus melakukan mitigasi terhadap berbagai potensi kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan UTBK. 

“Saat ini, kami juga masih menganalisis data anomali tersebut untuk sesi-sesi selanjutnya," tandasnya.

Baca juga : Bernardo Tavares Datang, Bruno Moreira Kian Percaya Diri

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 Eduart Wolok membeberkan, masih ditemukan adanya praktik perjokian dalam tes masuk perguruan tinggi tahun ini. Ditemukan praktik perjokian di lokasi Pusat UTBK Universitas Sulawesi Barat. Peserta tes mengganti kehadirannya dengan orang lain atau joki. 

“Jadi orang yang sama mengikuti UTBK di tahun lalu, ikut lagi di tahun ini dengan nama yang berbeda,” ucapnya.

Praktik joki dalam pelaksanaan UTBK-SNBT juga ditemukan panitia di lokasi tes Universitas Negeri Surabaya. Ada peserta yang mengikuti UTBK di dua tahun berturut-turut tetapi dengan nama yang berbeda. 

“Setelah kami lacak daftar nama peserta sampai sekolah asal, ternyata sekolah tidak memberikan surat keterangan lulus untuk yang bersangkutan,” kata Eduart.

Selain dua lokasi tersebut, kecurangan peserta tes dengan menyewa jasa joki ditemukan di lokasi UTBK Universitas Negeri Malang dan UPN Veteran Jawa Timur. Dia menjelaskan, pelaku berupaya memodifikasi foto tanda peserta agar tidak terlacak sistem.

Adsense

Selain praktik perjokian, panitia SNPMB 2026 menemukan adanya peserta yang membawa alat bantu. Salah satunya penggunaan alat bantu dengar yang ditemukan di peserta UTBK di lokasi tes Universitas Diponegoro.

Baca juga : Berikan 1.000 Seragam Sekolah, Pertamina Tebar Energi Di Bulan Kemerdekaan

Eduart menjelaskan, alat bantu dengar tersebut dipasang di lubang telinga peserta UTBK yang melakukan kecurangan. “Oleh panitia (peserta) ini harus dibawa ke dokter THT untuk bisa melepas alat bantu itu,” ujarnya.

Dia menegaskan peserta UTBK yang melakukan kecurangan selama tes dipastikan tidak lulus. “Aspek-aspek kecurangan ini tidak akan kami toleransi,” tandasnya.

Anggota Komisi X DPR Ledia Hanifa Amaliah mengingatkan pentingnya penanaman pendidikan karakter sejak dini sebagai salah satu langkah mencegah siswa bertindak curang, seperti dalam mengikuti UTBK-SNBT. “Pembangunan karakter oleh orang tua, oleh guru bukan bab gengsi, ini bab ilmu untuk keberkahan di masa yang akan datang,” katanya di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Menurut Ledia, perkembangan teknologi saat ini menuntut sistem pengawasan yang lebih ketat. Dia meminta penyelenggara UTBK harus mampu mengantisipasi berbagai modus kecurangan sejak awal, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Selain pengawasan teknis, juga menekankan pentingnya pembangunan karakter sejak dini melalui peran keluarga dan sekolah. Nilai kejujuran harus ditanamkan sebagai bagian dari proses pendidikan,” katanya.

Di media sosial X, warganet geram dengan masih adanya praktik kecurangan saat pelaksanaan UTBK. Selain diberikan sanksi hukum, para pelakunya layak diberikan sanksi sosial.

Baca juga : Pemerintah Tancap Gas Permak Perizinan Usaha

Akun @dhenandar0770 menilai selama ini praktik kecurangan saat UTBK tidak jelas penindakannya, sehingga praktik yang sama berulang setiap tahunnya. “Mending begini, siswa yang curang di UTBK harus dihukum berat, seperti masuk daftar hitam semua Perguruan Tinggi Negeri (PTN), terancam sanksi sosial dengan tidak diterima kerja di perusahaan-perusahaan,” sarannya.

Akun @robbysunata prihatin dengan praktik kecurangan UTBK yang bakal berdampak pada kualitas pendidikan di Tanah Air. “Hari pertama UTBK ada peserta ketahuan pakai earphone, hari kedua UTBK ada joki ketangkap. Mana keduanya mau masuk kedokteran. Ngeri banget kalau nanti pelakunya beneran jadi dokter,” sindirnya.

Akun @foryouroage1 menimpali, meski pengawasan sudah sangat ketat dan ancaman hukuman juga semakin berat ternyata masih ada peserta UTBK yang berbuat curang. “Heran saja kok masih ada yang berani curang di UTBK yang tesnya sudah seketat itu, mana offline pula, lagian kalau gak lolos UTBK kan masih ada ujian mandiri,” ujarnya.

Akun @dieka2501 menegaskan, jika pemangku kebijakan tidak tegas soal kecurangan UTBK maka kedepan perilaku curang pasti akan berlanjut. “Orang Indonesia itu hebat soal melakukan kecurangan, dari UTBK yang ketat begitu masih ada kasus kecurangan. Mungkin yang sekarang curang itu akan semakin curang di masa depan nanti,” sentilnya.

Sementara akun @Desiyanti33 menceritakan, banyak siswa yang mengikuti UTBK dengan dengan jujur dan mati-matian, sementara ada yang sengaja melakukan kecurangan. “Hari pertama UTBK SNBT 2026 langsung ternoda. Laporan kecurangan masuk. Mulai dari joki, alat bantu ilegal, sampai kebocoran soal. Ingat, UTBK itu gerbang masuk PTN. Kalau gerbangnya bisa dibobol, yang jujur jadi korban. Sedangkan yang curang malah merayakan kesuksesan,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense