RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menghadiri kegiatan silaturahmi media di Gedung Olahraga (GOR) Universitas Negeri Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Agus menyampaikan bahwa pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H/2026 berjalan aman, lancar, tertib, dan terkendali. Tahun ini bahkan tercatat sebagai puncak arus mudik tertinggi dalam sejarah dengan jumlah mencapai 270.315 kendaraan.
Menurutnya, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 tidak terlepas dari peran media dan awak media yang telah berkolaborasi menyampaikan informasi lalu lintas kepada masyarakat selama periode Lebaran.
Baca juga : Kakorlantas Ajak Ojol Jadi Pahlawan Keselamatan di Jalan
“Melalui pemberitaan, informasi rekayasa lalu lintas yang dilakukan berdasarkan adaptive traffic management, bukan lagi semata-mata berbasis waktu, serta edukasi keselamatan berkendara yang disampaikan kepada publik, masyarakat dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan sehingga perjalanan mudik dan balik dapat berlangsung lebih aman dan lancar,” ujar Agus.
Dari aspek keselamatan lalu lintas, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 mencatat penurunan angka kecelakaan sebesar 5,31 persen serta penurunan fatalitas korban meninggal dunia hingga 30,41 persen. Selain itu, tidak terdapat kejadian menonjol yang mengganggu situasi kamtibmas maupun kelancaran arus lalu lintas.
“Berbagai langkah dan strategi yang dilakukan dalam pengelolaan lalu lintas, edukasi keselamatan, manajemen rekayasa lalu lintas, hingga penegakan hukum mulai memberikan dampak positif terhadap peningkatan keselamatan berlalu lintas di masyarakat,” tambahnya.
Baca juga : UMKM Dan Ekraf Sinergi Entaskan Kemiskinan
Operasi Ketupat 2026 juga menunjukkan peningkatan kualitas pelayanan yang semakin adaptif, humanis, dan berbasis teknologi. Hal itu diwujudkan melalui optimalisasi pos pengamanan dan pelayanan selama 24 jam, kehadiran tim urai dan public address, pelaksanaan program mudik gratis Polri Presisi, serta pemanfaatan teknologi melalui command center, ETLE drone patrol, dan pemantauan lalu lintas berbasis data real-time.
“Keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 harus kita jadikan sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengamanan, serta manajemen lalu lintas pada masa mendatang,” jelas Agus.
Ia menambahkan, terdapat sejumlah fokus evaluasi ke depan, antara lain aspek keamanan dan keselamatan, kelancaran lalu lintas, adaptivitas manajemen dan rekayasa lalu lintas, penguatan komunikasi publik, hingga leadership dan pola pengambilan keputusan di lapangan.
Baca juga : Perkuat Konsolidasi, Mardiono Harap PPP Bangkit di Pemilu 2029
“Ke depan, Korlantas Polri akan terus mengedepankan pendekatan strategis melalui optimalisasi predictive traffic policing sebagai pendekatan utama dalam pengelolaan lalu lintas modern. Selain itu, penerapan adaptive traffic management akan terus diperkuat agar setiap pengambilan keputusan dilakukan secara tepat waktu, tidak terlalu cepat sehingga menimbulkan biaya sosial, dan tidak terlambat yang dapat berdampak pada terganggunya kapasitas jaringan lalu lintas,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Kakorlantas Polri menyampaikan apresiasi kepada seluruh media dan awak media yang telah bekerja keras, penuh dedikasi, dan bersinergi dalam menyukseskan Operasi Ketupat 2026.
“Peran media bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun kesadaran masyarakat, menjaga optimisme publik, serta mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Indonesia,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.