RM.id Rakyat Merdeka - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Dukono, Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara, untuk mewaspadai sebaran abu vulkanik akibat erupsi yang terjadi pada Jumat (8/5/2026) pagi.
Sebaran abu vulkanik dari gunung yang saat ini berstatus Level II (Waspada) tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, menghambat aktivitas masyarakat, serta mengganggu kebersihan lingkungan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Geologi, Lana Saria menjelaskan, Gunung Dukono yang berada di wilayah Kecamatan Galela dan Tobelo, sebelumnya sempat mengalami penurunan aktivitas erupsi pada Agustus 2025.
Baca juga : PSM Waspadai Ketajaman Bali United di Kandang
Namun, sejak 30 Maret 2026, aktivitas erupsi magmatik eksplosif kembali meningkat secara signifikan, dengan 199 kali erupsi dan tinggi kolom erupsi berkisar antara 50 hingga 400 meter dari puncak.
"Erupsi terbaru terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967,56 detik. Erupsi tersebut juga disertai suara dentuman serta menghasilkan semburan abu vulkanik yang perlu diwaspadai masyarakat di sekitar wilayah terdampak," ujar Lana.
Kolom erupsi teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tebal dan mencapai ketinggian sekitar 10.000 meter di atas puncak gunung. Arah sebaran abu terpantau condong ke utara, sehingga berpotensi berdampak pada wilayah permukiman dan Kota Tobelo melalui hujan abu vulkanik.
Baca juga : Dapur MBG di Serang Mulai Dibangun, Gerakkan Ekonomi Daerah
Menurut Lana, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan, serta menghambat aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi dan kebersihan lingkungan.
"Mengingat erupsi dengan sebaran abu vulkanik terjadi secara periodik dan arah sebarannya dipengaruhi kecepatan serta arah angin, masyarakat di sekitar Gunung Dukono diimbau selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan saat diperlukan guna menghindari dampak abu vulkanik," papar Lana.
Hindari Radius 4 Km Dari Kawah
Selain mewaspadai sebaran abu vulkanik, masyarakat, wisatawan, dan pendaki juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari Kawah Malupang Warirang yang menjadi pusat aktivitas Gunung Dukono.
Baca juga : Arema FC Waspadai Serangan Balik Bali United di Kanjuruhan
PVMBG juga mengingatkan adanya potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar, terutama saat musim hujan. Aliran lahar berpotensi melintasi Sungai Mamuya di sektor utara, serta Sungai Mede dan Sungai Tauni di sektor timur laut yang berhulu di puncak Gunung Dukono.
Badan Geologi melalui PVMBG akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap aktivitas Gunung Dukono secara berkala. Informasi terkini mengenai aktivitas gunung api tersebut dapat diakses masyarakat melalui aplikasi MAGMA Indonesia maupun laman resmi Badan Geologi dan PVMBG.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.