BREAKING NEWS
 

Kampung Haji Berangkat Dari Inspirasi Wakaf Aceh

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Sabtu, 23 Mei 2026 07:30 WIB
Pembagian dana wakaf 2.000 Riyal Saudi atau sekitar Rp 9,5 juta untuk jamaah haji asal Aceh, Selasa (12/5/2026). (Foto: MCH 2026)

RM.id  Rakyat Merdeka - Laporan Wartawan Rakyat Merdeka Muhammad Rusmadi Dari Media Center Haji, Makkah

Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, berharap nilai manfaat wakaf Baitul Asyi yang diterima jemaah haji asal Aceh dapat dimanfaatkan di Tanah Air, khususnya untuk kebutuhan produktif dan keseharian masyarakat Aceh. 

Harapan itu disampaikan Dahnil usai mengunjungi hotel jemaah haji Indonesia asal Aceh di Burj Al Wahda Almutamayiz Hotel, sektor 6 Makkah, Jumat (22/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, dia juga menyapa jemaah serta petugas haji yang melayani embarkasi Aceh dan Medan. 

Menurut Dahnil, dana wakaf yang diterima jemaah akan lebih terasa manfaatnya apabila digunakan untuk kebutuhan hidup di Aceh. Dia menilai penggunaan dana di daerah asal akan memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. 

Dia mengatakan wakaf Baitul Asyi merupakan warisan berharga yang telah memberikan manfaat selama lebih dari dua abad kepada masyarakat Aceh, terutama para jemaah haji yang datang ke Tanah Suci.

Baca juga : Nailul Huda: MBG Harus Dievaluasi Dan Diubah Sistemnya

Dahnil menyebut nilai manfaat wakaf yang terus dirasakan hingga saat ini menjadi inspirasi bagi inisiatif pembangunan Kampung Haji yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, konsep Kampung Haji lahir dari teladan yang diwariskan oleh Habib Bugak Al Asyi. 

“Nah itu sebenarnya apa yang dilakukan Habib Bugak dulu itu adalah inspirasi Kampung Haji,” ujar Dahnil. 

Dia menjelaskan, wakaf Baitul Asyi diikrarkan oleh Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi atau Habib Bugak Al Asyi pada 1224 Hijriah atau 1809 Masehi di hadapan Mahkamah Syariah Makkah. Wakaf tersebut hingga kini tetap dikelola dan manfaatnya diberikan kepada jemaah haji asal Aceh. 

Menurut Dahnil, keberlangsungan manfaat wakaf selama ratusan tahun menunjukkan bagaimana sebuah pengelolaan aset umat dapat memberi dampak jangka panjang. Dia menilai model seperti itu layak menjadi inspirasi pengembangan ekosistem haji Indonesia ke depan. 

Adsense

“Bayangkan, itu sudah dilakukan 200 tahun lalu, tapi kebermanfaatannya masih sampai hari ini untuk warga Aceh,” ujarnya. 

Baca juga : Anis Byarwati: Penyesuaian Anggaran Pilihan Positif Dan Rasional

Dalam kesempatan itu, Dahnil juga menyinggung sejarah panjang Aceh dalam perjalanan haji Indonesia. Dia mengatakan Aceh memiliki kedekatan historis dengan Tanah Suci karena menjadi wilayah terdekat dengan Makkah sekaligus pintu awal keberangkatan haji pada masa lalu. 

Karena itu, Aceh dikenal dengan sebutan Serambi Makkah. Dahnil berharap daerah tersebut dapat dikembangkan menjadi pusat ekosistem ekonomi haji nasional, mulai dari sektor pangan, pertanian, hingga sektor pendukung layanan haji lainnya. 

“Salah satu orientasi kerja Kementerian Haji adalah mendorong ekosistem haji dan kami berharap Aceh bisa menjadi hub atau pusatnya,” kata Dahnil. 

Selain wakaf Baitul Asyi, Dahnil juga mengungkapkan kontribusi besar rakyat Aceh terhadap sejarah penerbangan nasional. Dia menyebut embrio maskapai Garuda Indonesia berasal dari pesawat Seulawah yang dibeli dari hasil patungan emas dan harta masyarakat Aceh pada 1948. 

Menurut dia, keberadaan pesawat Garuda di Asrama Haji Aceh menjadi simbol pengingat bahwa rakyat Aceh memiliki kontribusi besar terhadap republik sekaligus perjalanan perhajian Indonesia. 

Baca juga : Masuk Prolegnas Prioritas, 68 RUU Dibereskan Tahun Ini

“Jadi Aceh punya sejarah panjang buat republik dan juga sejarah panjang buat perhajian Indonesia,” ujarnya. 

Dalam kunjungannya, Dahnil turut mengapresiasi antusiasme masyarakat Aceh untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Dia mengaku sempat khawatir pelunasan biaya perjalanan ibadah haji dari Aceh akan menurun akibat musibah yang melanda daerah tersebut beberapa waktu terakhir. 

Namun, menurut dia, pelunasan biaya haji dari Aceh justru berlangsung relatif cepat dibandingkan sejumlah daerah lain. Hal itu menunjukkan tingginya semangat masyarakat Aceh untuk menunaikan rukun Islam kelima. 

Kunjungan Dahnil ke sektor 6 Makkah disambut hangat para jemaah asal Aceh, termasuk Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Abu Paya Pasi. Hotel tersebut ditempati lebih dari 11 ribu jemaah dari embarkasi Aceh dan Medan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense