Dark/Light Mode

Amunisi Dialihkan Ke Timur Tengah

AS Tunda Pasokan Senjata Ke Taiwan

Sabtu, 23 Mei 2026 06:30 WIB
Kendaraan senjata berat emHigh Mobility Artillery Rocket System/em (HIMARS) yang dibeli Taiwan dari Amerika Serikat dipamerkan saat latihan militer di Taichung, Taiwan pada 27 Januari 2026. REUTERS/Ann Wang
Kendaraan senjata berat emHigh Mobility Artillery Rocket System/em (HIMARS) yang dibeli Taiwan dari Amerika Serikat dipamerkan saat latihan militer di Taichung, Taiwan pada 27 Januari 2026. REUTERS/Ann Wang

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menunda sementara penjualan senjata ke Taiwan demi memastikan stok amunisi militer AS mencukupi untuk operasi terhadap Iran.

Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao berbicara dalam sidang dengar pendapat Kongres, Kamis (21/5/2026), mengenai langkah Gedung Putih untuk Taiwan.

Baca juga : Top, BSI Gelontorkan Kredit Rumah Rp 800 M

Menurut dia, penjualan senjata senilai 14 miliar dolar AS atau sekitar Rp248 triliun kepada Taiwan saat ini “di-pause” untuk memastikan kebutuhan amunisi bagi operasi militer bertajuk Epic Fury tetap aman.

Langkah itu memicu tanda tanya besar soal komitmen AS terhadap keamanan Taiwan di tengah tekanan China.

Baca juga : Ronaldo Patahkan Kutukan Al Nassr

“Kami melakukan jeda untuk memastikan kebutuhan amunisi terpenuhi. Setelah itu, penjualan militer luar negeri akan dilanjutkan ketika Pemerintah menilai waktunya tepat,” ujar Cao.

Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian karena Presiden AS Donald Trump belum memastikan kelanjutan paket penjualan senjata tersebut. Sikap Trump memunculkan kekhawatiran terkait komitmen Washington dalam mendukung Taiwan menghadapi tekanan China.

Baca juga : Sheila Dara Aisha, Fita Anggraini Sahabat Lama

AS memang hanya mengakui Beijing secara diplomatik. Meski demikian, berdasarkan Undang-Undang (UU) AS, Washington tetap berkewajiban membantu pertahanan Taiwan dengan memasok persenjataan.

China selalu menyebut Taiwan sebagai bagian wilayahnya dan berulang kali menegaskan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer untuk merebut pulau tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing juga terus meningkatkan tekanan militer terhadap Taiwan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.