Sebelumnya
Dalam kesempatan itu, Gibran menegaskan pembangunan Indonesia harus berorientasi Indonesia-sentris, bukan lagi Jawa-sentris. Termasuk memberi perhatian lebih kepada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar seperti Amfoang.
"Sekarang itu sudah tidak ada lagi pembangunan yang Jawa sentris. Jadi bukan Jawa saja yang dibangun, tapi Indonesia sentris. Termasuk NTT," janjinya.
Kunjungan Gibran ke NTT merupakan respons atas aspirasi mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang. Sehari sebelumnya, Kamis (21/5/2026) malam, para mahasiswa menyampaikan berbagai persoalan masyarakat Amfoang, termasuk isolasi wilayah akibat putusnya dua jembatan utama.
Kepala Bidang Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan, kehadiran Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan di wilayah perbatasan.
Baca juga : Gedung Putih Diberondong Peluru, Trump Selamat Lagi
"Kehadiran pemerintah di Amfoang menjadi bukti nyata perhatian negara terhadap masyarakat perbatasan," kata Henry.
Menurut dia, pengamanan dilakukan maksimal oleh personel gabungan TNI-Polri dan instansi terkait. "Kapolda NTT memberikan perhatian penuh terhadap pengamanan kunjungan kerja Wakil Presiden RI agar seluruh agenda kenegaraan berjalan aman dan lancar tanpa hambatan," tambahnya.
Terkait harga Pertalite di Amfoang, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi memastikan distribusi BBM mencukupi dan stok di Kabupaten Kupang aman. Namun, Ahad mengakui wilayah Amfoang masih terkendala akses.
"Adapun untuk kecamatan lainnya, mulai dari Amfoang Utara, Amfoang Barat Laut, dan Amfoang Barat Daya merupakan wilayah terisolir dikarenakan akses jalan yang rusak berat selama bertahun-tahun," ungkap Ahad.
Baca juga : Istitha’ah Ketat Tekan Jemaah Dirawat Saat Haji
Selain ke Amfoang, Gibran juga meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, NTT. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pengembangan industri garam nasional berjalan optimal sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.
Di kawasan tersebut, Gibran menerima paparan mengenai pengembangan industri garam, meninjau kolam kristal garam dan gudang penyimpanan, serta berdialog dengan petani garam dan pemerintah daerah.
Ia menegaskan proyek pengembangan garam di Rote Ndao berperan strategis mendukung program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Mengingat kebutuhan garam nasional sekitar 5 juta ton per tahun masih belum sepenuhnya dipenuhi produksi domestik.
"Kita ingin membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, warga lokal bisa terbantu, kesejahteraannya meningkat, dan multiplier effect dari pembangunan proyek ini benar-benar dirasakan warga," tegasnya.
Baca juga : Abdul Aziz: Penanganan Kesehatan Mental Sudah Responsif
Gibran juga menyoroti pengembangan sektor rumput laut dan kampung nelayan di Rote Ndao. Menurutnya, fasilitas penunjang aktivitas nelayan perlu diperkuat.
"Di lokasi yang produktif untuk perikanan harus ada cold storage, pabrik es untuk slurry ice dan SPBU khusus nelayan agar aktivitas ekonomi masyarakat pesisir semakin berkembang," jelasnya.
Dalam kunjungan itu, Gibran menerima laporan terkait kondisi infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan di Rote Ndao, termasuk kebutuhan revitalisasi puskesmas dan peningkatan fasilitas rumah sakit daerah. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.