Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pendaftar Tembus 10 Ribu Orang
Diminati Kampus Dunia, Seleksi TEP Diperketat
Senin, 25 Mei 2026 06:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Antusiasme mahasiswa terhadap program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 melonjak tajam. Lebih dari 10 ribu peserta mendaftar untuk mengikuti program pengabdian di kawasan transmigrasi. Namun hanya sekitar seribuan orang yang akan diterima setelah melalui proses seleksi ketat.
Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menutup pendaftaran program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026, Kamis (21/5/2026). Program tersebut mendapat sambutan tinggi dari kalangan mahasiswa. Ini terlihat dari ratusan ribu peminat yang mengakses laman pendaftaran.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara menjelaskan, hingga Rabu (20/5/2026) atau sehari sebelum penutupan pendaftaran, jumlah pengunjung laman TEP 2026 mencapai 165.361 orang. Para peminat berasal dari 1.440 perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri.
Pada hari terakhir pendaftaran, tercatat sebanyak 10.359 peserta resmi mendaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.529 peserta telah lolos verifikasi administrasi oleh panitia seleksi.
“Selain berasal dari kampus-kampus nasional, peminat juga tercatat berasal dari universitas internasional seperti Monash University, The University of Melbourne, University of Manchester, University of Glasgow, King’s College London, Ohio University dan Universiti Utara Malaysia,” ujar Iftitah dalam keterangan resminya, Minggu (24/5/2026).
Baca juga : AHY Panaskan Mesin Demokrat Menuju 2029
Menurut Iftitah, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan semakin besarnya minat generasi muda untuk terlibat langsung dalam pembangunan nasional, khususnya di kawasan transmigrasi.
Karena itu, Kementrans bersama perguruan tinggi mitra akan melakukan seleksi ketat terhadap peserta yang telah lolos administrasi.
Dari total 8.529 peserta terverifikasi, sebanyak 1.230 orang nantinya akan dipilih menjadi anggota Tim Ekspedisi Patriot. Mereka akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi pada 2026, terutama di wilayah Indonesia timur.
Peningkatan signifikan menjelang akhir masa pendaftaran mencerminkan semakin kuatnya semangat generasi muda untuk hadir langsung membangun Indonesia.
Hal ini juga menunjukkan partisipasi peserta tidak hanya berasal dari 10 perguruan tinggi terkemuka dalam negeri, tetapi juga dari berbagai universitas di Indonesia dan luar negeri.
Baca juga : Pupuk Indonesia Jamin Distribusi Tepat Sasaran
Dijelaskan, Tim Ekspedisi Patriot kini berkembang menjadi gerakan kolaboratif lintas kampus dan lintas daerah.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi melalui penerapan teknologi tepat guna, pengembangan UMKM, hilirisasi komoditas, hingga pembangunan infrastruktur dasar masyarakat.
“Kementrans mencatat, keberlanjutan Program Tim Ekspedisi Patriot 2025 telah menghasilkan lebih dari 400 rekomendasi pembangunan kawasan transmigrasi, serta berbagai publikasi ilmiah, artikel jurnal, kajian kawasan, dan model teknologi tepat guna,” kata politisi Partai Demokrat ini.
Kelanjutan program ini mendapat apresiasi dari Komisi V DPR. Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PKS Hamid Noor Yasin menilai, keberlanjutan program Ekspedisi Patriot merupakan langkah positif karena mampu melibatkan perguruan tinggi sekaligus menghasilkan manfaat akademik dan pemberdayaan masyarakat.
“Keberlanjutan program Ekspedisi Patriot yang melibatkan perguruan tinggi dan menghasilkan output akademik, serta pemberdayaan masyarakat perlu diapresiasi,” ujarnya.
Baca juga : Kasus Korupsi Tambang Bauksit, Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Baru
Apresiasi serupa disampaikan anggota Komisi V DPR dari Fraksi NasDem Teguh Iswara Suardi. Menurut dia, kerja sama Kementrans dengan kampus dan lembaga riset merupakan langkah inovatif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah tantangan global dan keterbatasan anggaran. SSL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Senin, 25 Mei 2026 dengan judul "Pendaftar Tembus 10 Ribu Orang Diminati Kampus Dunia, Seleksi TEP Diperketat"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya