Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Command Center Awasi Rantai Pasok Pupuk Subsidi
Pupuk Indonesia Jamin Distribusi Tepat Sasaran
Senin, 25 Mei 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) menggunakan teknologi modern dalam memantau dan mengendalikan seluruh rantai distribusi pupuk bersubsidi dari hulu ke hilir secara real-time. Dengan kecanggihan itu, penyaluran pupuk kini lebih tepat sasaran.
PT Pupuk Indonesia memantau, mengendalikan, dan mengoptimalkan seluruh rantai distribusi pupuk bersubsidi di penjuru Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, melalui Command Center. Cara kerja Command Center bagai ‘mata elang digital’.
Rakyat Merdeka bersama sejumlah awak media lainnya berkesempatan menyaksikan langsung, bagaimana perseroan memantau rantai pasok dan distribusi pupuk bersubsidi, mulai hulu (produsen) hingga ke hilir (petani).
Pusat kendali distribusi pupuk itu berlokasi di lantai 4 Graha Phonska, Jalan Tanah Abang III nom 16, Jakarta Pusat. Ruang kontrol ini memiliki tiga layar raksasa utama yang memonitor proses distribusi pupuk dari pabrik hingga titik secara real-time. Mulai dari pengangkutan di pelabuhan, penyaluran dengan truk-truk sampai di gudang-gudang penyimpanan untuk didistribusikan di kioskios resmi Pupuk Indonesia, hingga diserahkan secara langsung kepada petani dan nelayan.
Baca juga : Kasus Korupsi Tambang Bauksit, Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Baru
“Command Center yang kami bangun ini untuk memastikan pupuk subsidi tepat sasaran, mencegah penyimpangan, dan menjaga ketersediaan pupuk secara efisien melalui integrasi data dan teknologi modern,” jelas Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira dalam kunjungan media ke Command Center-nya di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Yehezkiel menyampaikan, Command Center merupakan amanah dari Peraturan Presiden (Perpres) No. 113 Tahun 2026 yang merupakan penyempurnaan dari Perpres No. 6 Tahun 2025.
“Melalui efisiensi yang dihasilkan, Pemerintah untuk pertama kalinya dalam sejarah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen pada Oktober 2025,” katanya.
Dia mengatakan, perubahan regulasi ini semakin mempermudah petani dalam menebus pupuk bersubsidi. Hal ini terbukti dengan meningkatnya penebusan pupuk bersubsidi yang mencapai 35 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga : Situasi Makro Lebih Baik, Fundamental Lebih Kuat
Di kesempatan yang sama, Senior Vice President (SVP) Distribusi Pupuk Indonesia Veronika Trisna Sukmawati menyebut, Command Center menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan yang mengintegrasikan berbagai sistem digital distribusi Pupuk Indonesia dalam satu dashboard monitoring.
Masih dalam Perpres yang sama, yaitu Nomor 113 Tahun 2025, Pupuk Indonesia berperan sebagai penanggung jawab utama penyaluran pupuk hingga ke tingkat Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).
“Melalui transformasi digital ini, Pupuk Indonesia membangun rantai pasok pupuk yang lebih efisien, terintegrasi, dan responsif dengan menghubungkan proses distribusi dari hulu hingga hilir,” tegas Veronika.
Dalam operasionalnya, Command Center dilengkapi berbagai fitur monitoring yang terhubung di setiap tahapan distribusi. Pada tahap produksi, Command Center mampu memantau tingkat produktivitas seluruh pabrik Pupuk Indonesia Group.
Baca juga : Ingat, Kereta Api Nggak Bisa Berhenti Mendadak
Selanjutnya pada tahap distribusi, fitur pelacakan kapal dan truk berbasis Global Positioning System (GPS) memungkinkan Pupuk Indonesia memantau pergerakan distribusi di lapangan. Sekaligus mendeteksi potensi hambatan (bottleneck), maupun penyimpangan selama proses pengangkutan berlangsung.
Veronika mengungkapkan, Command Center juga dilengkapi dengan sistem Distribution Planning and Control System (DPCS), yang digunakan untuk memantau kondisi stok pupuk di berbagai wilayah, menggunakan indikator warna sebagai early warning system untuk mendeteksi potensi kekurangan pasokan lebih dini.
Melalui sistem ini, Pupuk Indonesia dapat mengetahui daerah dengan permintaan pupuk yang tinggi dan dapat segera melakukan penyesuaian distribusi, tanpa menunggu laporan manual.
“Ketika terdapat peningkatan kebutuhan di suatu wilayah, kami dapat segera melakukan penyesuaian pasokan pupuk, agar distribusi tetap berjalan lancar dan kebutuhan petani selalu terpenuhi,” terangnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya