BREAKING NEWS
 

Lima Catatan Soal Penghargaan dan Penyelenggaraan Haji 2026

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Kamis, 4 Juni 2026 14:30 WIB
Sebagian jemaah haji Indonesia saat melaksanakan ibadah melontar jumrah di Mina. [Foto: Rusma/RM.id]

RM.id  Rakyat Merdeka -  

Oleh: Hariqo Wibawa Satria, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI

Pertama, selama ini Indonesia memang belum pernah mendapatkan penghargaan Labbaitom Awards dari Kementerian Haji Arab Saudi, termasuk pada tahun 2026 ini.

Dari lima negara dengan kuota jemaah terbanyak di dunia (Indonesia, Pakistan, India, Bangladesh, dan Iran), tidak ada satu pun yang meraih penghargaan di kategori utama (Diamond, Emas, Perak, maupun Bronze). Kendati dua negara berkuota besar mendapatkan apresiasi di kategori khusus.

Baca juga : Prudential Catat Pendapatan Premi Rp 21,1 Triliun di 2025

Dominasi penghargaan utama tetap diraih oleh negara-negara dengan jumlah jemaah yang jauh lebih kecil dan secara manajerial lebih mudah dikelola.

Di masa pembenahan ini, ada yang lebih hakiki dari penghargaan, yaitu penghargaan untuk Ibu dan Bapak kita jemaah haji Indonesia yang sudah antre puluhan tahun, mereka berhak berangkat haji.

Meskipun soal kesehatan jemaah juga menjadi bagian dari penilaian Panitia Pemberi Penghargaan. Tapi Menteri Irfan dan Wakil Menteri Dahnil pasang badan dengan mengambil tanggung jawab penuh dan lebih memprioritaskan keselamatan serta pemberangkatan jemaah.

Penghargaan merupakan apresiasi yang baik, namun… Jemaah yang antri dapat kesempatan haji lebih penting dari kementerian dapat penghargaan haji. Terbukti, terjadi penurunan signifikan dari sisi jumlah saudara-saudara kita jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia pada musim haji 2026 ini.

Baca juga : Indonesia-Qatar Perkuat Kemitraan Pertahanan dan Teknologi

Tahun 2024: 461 jemaah haji Indonesia meninggal dunia. Tahun 2025 = 447 jemaah haji Indonesia meninggal dunia. Tahun 2026: 182 Jemaah haji Indonesia meninggal dunia Per 16 Dzulhijjah atau 2 Juni 2026).

Walau demikian, Kemenhaj terus berbenah. Kritik dan saran dari Tim Pengawas DPR RI, wartawan, jemaah, keluarga jemaah, netizen dan masyarakat, terbukti benar-benar bermanfaat untuk Kemenhaj RI.

Hari ini dan kemarin, Kemenhaj RI langsung melakukan berbagai pertemuan evaluasi untuk perbaikan, dan dicatat demi perbaikan tahun 2027 nanti.

Ke depan, gaya hidup sehat harus menjadi kebiasaan seluruh calon jemaah haji. Ada banyak waktu (tergantung lama masa tunggu) untuk mengubah pola makan, menjaga pikiran, dan rutin olahraga sehingga ketika keberangkatan dalam kondisi prima.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Pangkas Harga Avtur Hingga 10 Persen Mulai 1 Juni 2026

Kedua, di usia yang baru tujuh bulan, untuk pertama kalinya Kementerian Haji dan Umrah RI menyelenggarakan ibadah haji tahun 2026.

Ingat, tahun 2026 adalah Tahun Pembangunan Fondasi Haji Berkah (Bersih dari Korupsi dan Ramah Lansia, Disabilitas, serta Perempuan). Keseriusan pencegahan pungli dan korupsi di Kemenhaj terlihat dari masuknya banyak tokoh antikorupsi yang ditempatkan di posisi strategis.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense