BREAKING NEWS
 

Jelang Muktamar, 2 Menteri Berebut Kursi Ketum PBNU

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Senin, 8 Juni 2026 07:50 WIB
Bursa calon Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Muhaimin Iskandar dan Nasaruddin Umar. (Foto: Instagram)

 Sebelumnya 
Sementara itu, Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi menilai Menteri Agama Nasaruddin Umar memiliki peluang lebih besar jika memutuskan maju dalam kontestasi mendatang. "Pak Nasaruddin lebih punya peluang secara aturan. Dia hanya terkena masalah rangkap jabatan," ujar Gus Fahrur kepada Rakyat Merdeka. 

Meski demikian, ia menegaskan seluruh ketentuan terkait syarat calon ketua umum masih dapat berubah melalui forum muktamar. Menurutnya, semua kader NU memiliki hak yang sama untuk maju sebagai calon ketua umum. 

"Kalau Cak Imin ada kendala syarat satu tahun mundur dari partai politik. Namun, ini semua bisa saja terjadi kalau dikehendaki forum muktamar melalui mekanisme perubahan atau kesepakatan muktamirin," terang Gus Fahrur. 

Baca juga : BRI Jadi Penyalur Terbesar Kredit Program Perumahan Nasional, Realisasi Tembus Lebih dari Rp9 Triliun

Terpisah, Ketua DPP PKB Luluk Nur Hamidah mengaku belum mengetahui adanya pembahasan serius mengenai kemungkinan Muhaimin maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. "Wah saya tidak paham soal ini. Tidak ada obrolan apa-apa. Di DPP juga normal-normal saja, mengurus Muscab se-Indonesia, UKK, kaderisasi, dan persiapan Harlah PKB," katanya. 

Namun, Luluk mengingatkan bahwa skenario Muhaimin maju sebagai Ketua Umum PBNU tidak sederhana. Jika terpilih memimpin PBNU, Muhaimin harus melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umum PKB. 

"Sepertinya tidak mungkin ya," cetusnya. 

Baca juga : Hasil Temuan KPK, 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli

Sebelumnya, Gus Ipul ikut membocorkan sosok yang melenting menuju puncak NU-1. Kata Gus Ipul, Menag Nasar dan Gus Yahya memiliki peluang besar maju kontestasi Ketum PBNU. Ia menilai keduanya memiliki rekam jejak dan pengalaman panjang di struktur NU. 

"Salah satu yang berpotensi ya, kalau bicara itu salah satu yang berpotensi karena Pak Nasaruddin Umar juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Gus Yahya dulu juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya," kata Gus Ipul di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (8/5/2026). 

Selain Nasar dan Gus Yahya, Menteri Sosial itu juga menyinggung nama Said Aqil Siradj. Sebab, Komisaris Utama PT KAI itu juga pernah menduduki jabatan serupa seperti Nasar dan Gus Yahya. "Jadi semuanya sebenarnya punya potensi ya, tinggal berkenan apa nggak," ungkap Gus Ipul. 

Baca juga : PKB Sulsel Tunggu Hasil Penilaian DPP

Ketika ditanya mengenai peluang dirinya ikut berkontestasi, Gus Ipul kembali memastikan tidak memiliki niat maju sebagai calon ketum. Ia merasa dirinya belum memenuhi syarat untuk memimpin PBNU. 

"Persiapan kami semua menuju ke sana (muktamar). Semuanya persiapan menuju ke sana. Dan insya Allah nanti sesuai jadwal," tegas Menteri Sosial ini. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense