BREAKING NEWS
 

Fahri Hamzah: Prabowo Fokus Putus Ketimpangan Kaya dan Miskin di Indonesia

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Jumat, 12 Juni 2026 19:45 WIB
Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah bersama Ketua DPW Gelora Riau, Iskandar (samping kanan Fahri, bertopi). (Foto : Dok. istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah menegaskan, salah satu fokus utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah memutus rantai ketimpangan antara kelompok masyarakat kaya dan miskin di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Fahri saat menanggapi berbagai kritik serta keresahan publik terkait kondisi ekonomi nasional.

Menurut dia, pemerintah tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berupaya memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Yang kedua, setelah kita punya uang dan kita mesti mulai dari sekarang, kita harus memutus rantai ketimpangan antara yang paling kaya dan sangat kaya dengan yang paling miskin dan sangat miskin. Karena gini koefisien kita juga menunjukkan hal yang sama,” ujar Fahri, dikutip Jumat (12/6/2026).

Baca juga : Dirjen Imigrasi Hendarsam Minta Jajaran Fokus Kerja, Hilangkan Budaya Tak Patut

Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu menjelaskan, langkah awal yang dilakukan pemerintah adalah menghentikan kebocoran negara yang selama ini mengurangi manfaat kekayaan nasional bagi rakyat.

“Pertama kita mengakhiri kebocoran korupsi dan perampokan sumber daya alam yang selama ini dibiarkan terjadi,” katanya.

Adsense

Fahri menilai, ketimpangan masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Sebab, pertumbuhan ekonomi selama ini dinilai belum mampu mempersempit jarak antara kelompok kaya dan masyarakat lapisan bawah.

“Pertumbuhan ekonomi kita ini flat. Jumlah orang miskinnya itu nambah atau berkurang sedikit. Jumlah kelas menengahnya juga flat. Tapi jumlah orang kayanya itu luar biasa melompat dan itu menciptakan ketimpangan,” tegasnya.

Baca juga : Prabowo: Sekolah Rakyat untuk Warga yang Paling Miskin dan Kurang Berdaya

Sementara itu, Ketua DPW Partai Gelora Riau, Iskandar menilai pernyataan Fahri menunjukkan pemerintah tengah berupaya menjawab kegelisahan masyarakat terkait kesenjangan ekonomi yang masih terjadi di berbagai daerah.

Menurut Iskandar, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan negara menghadirkan kesempatan yang lebih adil bagi seluruh rakyat.

“Yang disampaikan Bang Fahri menunjukkan bahwa pemerintah memahami persoalan mendasar yang dirasakan masyarakat. Ketika pertumbuhan ekonomi tidak diikuti pemerataan, maka akan muncul rasa tertinggal di sebagian kelompok masyarakat. Karena itu fokus memutus rantai ketimpangan menjadi agenda yang sangat penting,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai kebijakan seperti pemberantasan kebocoran anggaran, penguatan hilirisasi, serta program-program yang menyentuh masyarakat perlu dipandang sebagai upaya memperluas manfaat pembangunan agar tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.

Baca juga : John Herdman Puji Perkembangan Timnas Indonesia

“Demokrasi memberi ruang bagi kritik dan aspirasi masyarakat. Pada saat yang sama, pemerintah perlu terus menunjukkan bahwa pembangunan yang dilakukan benar-benar diarahkan untuk memperkecil kesenjangan dan memperkuat kelas menengah Indonesia,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense