RM.id Rakyat Merdeka - Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum refleksi bagi umat Islam untuk memperkuat semangat perubahan, memperluas wawasan, dan menghadirkan kontribusi nyata dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang.
Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, mengatakan pergantian tahun Hijriah bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan pengingat bagi umat Islam untuk terus melakukan evaluasi diri dan membangun masa depan dengan semangat kemajuan.
Menurutnya, umat Islam harus mampu berpikir lebih terbuka dan berwawasan global dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman. Spiritualitas, kata dia, harus berjalan seiring dengan ilmu pengetahuan, inovasi, kreativitas, dan aksi nyata.
Baca juga : Habib Aboe Bakar: Tahun Baru Islam Harus Jadi Semangat Perbaikan Bangsa
“Umat Islam harus mampu menjawab tantangan zaman. Nilai-nilai Islam tidak hanya menjadi pemikiran dan simbol, tetapi harus hadir melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Gugun, Selasa (16/6/2026).
Ia menilai salah satu tantangan terbesar umat Islam saat ini adalah kecenderungan mengenang kejayaan masa lalu tanpa diiringi upaya membangun kemajuan di masa kini. Menurutnya, sejarah seharusnya menjadi inspirasi untuk melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing.
“Kejayaan Islam di masa lalu harus menjadi motivasi untuk terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Bukan hanya mengenang sejarah, tetapi menciptakan sejarah baru,” katanya.
Baca juga : Sambut Tahun Baru 1448 H, Menag Ajak Umat Hijrah dari Sikap Curiga ke Saling Percaya
Gugun juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat ijtihad dan keterbukaan pemikiran agar umat Islam mampu menjawab berbagai persoalan modern, mulai dari perkembangan teknologi, ekonomi, hingga perubahan sosial global.
“Agama dan ilmu pengetahuan harus berjalan bersama. Kemajuan umat tidak bisa dibangun tanpa penguasaan ilmu, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” tegasnya.
Selain itu, ia mengajak umat Islam mengurangi sikap fanatisme kelompok yang dapat menghambat persatuan. Perbedaan pandangan, menurutnya, harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan dan memperkokoh persaudaraan.
Baca juga : Gandung Pardiman: Pariwisata Jadi Tameng Devisa di Tengah Krisis Global
“Islam mengajarkan persatuan dan membawa nilai kebaikan. Saatnya energi umat diarahkan untuk berkolaborasi, membangun bangsa, dan memberikan manfaat bagi sesama,” ungkapnya.
Ia berharap Tahun Baru Islam 1448 H menjadi momentum kebangkitan umat Islam Indonesia agar semakin maju, moderat, produktif, dan mampu mengambil peran penting dalam membangun peradaban dunia.
“Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi perubahan menuju kualitas diri yang lebih baik, lebih maju, dan lebih bermanfaat bagi kehidupan,” tutup Gugun Gumilar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.