RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kebudayaan sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Fadli Zon membela tingginya intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, berbagai lawatan tersebut berlangsung efektif dan efisien karena menghasilkan keputusan strategis serta manfaat konkret bagi kepentingan nasional, mulai dari kerja sama hingga komitmen investasi.
"Soal perjalanan dinas yang kemarin juga pernah dipersoalkan, menurut saya perjalanan dinas Pak Prabowo ke luar negeri, saya beberapa kali mendampingi beliau, itu sangat efisien," ujar Fadli di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Fadli kemudian menceritakan pengalamannya saat mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan ke Qatar. Ia menilai kemampuan diplomasi Presiden mampu menghasilkan kesepakatan investasi dalam waktu singkat.
Baca juga : Amankan Kunjungan Presiden Jerman, Polda Metro Jaya Kerahkan 585 Personel
Menurut Fadli, dalam pertemuan dengan Emir Qatar, pembicaraan yang berlangsung kurang dari lima menit telah menghasilkan komitmen investasi senilai 4 miliar dolar AS. Skema investasi tersebut, kata dia, mencakup kontribusi masing-masing sebesar 2 miliar dolar AS dari pihak Qatar dan 2 miliar dolar AS dari Danantara.
"Dengan Emir Qatar, dalam pembicaraan tidak lebih dari lima menit, beliau sudah mengatakan Danantara luar biasa," kata Fadli.
Ia menegaskan terdapat perbedaan mendasar antara diplomasi yang dilakukan langsung oleh seorang presiden dengan diplomasi di tingkat menteri. Menurutnya, pertemuan yang dilakukan presiden dapat langsung menghasilkan keputusan strategis tanpa harus melalui proses pelaporan berjenjang. Kalau diplomasi oleh menteri masih harus lapor dulu kepada presiden.
Baca juga : Xi Jinping Temui Kim Jong Un 8-9 Juni, Kunjungan Luar Negeri Pertama Tahun 2026
"Ini yang kadang-kadang dilupakan. Jadi diplomasi oleh presiden itu sangat penting dan kita beruntung punya presiden yang sangat jago di dalam diplomasi," ujarnya.
Fadli juga menilai efektivitas diplomasi Presiden Prabowo terlihat dalam berbagai pertemuan bilateral dengan pemimpin dunia lainnya, termasuk Presiden Xi Jinping dan Presiden Vladimir Putin.
"Bertemu dengan Xi Jinping langsung konkret, bertemu dengan Putin langsung konkret, langsung ada keputusan, jadi bukan omong-omong doang," katanya.
Baca juga : Saan Mustopa Soal Kunjungan Luar Negeri Presiden: Tidak Bisa Dibandingkan
Lebih lanjut, Fadli menyebut setiap kunjungan luar negeri Presiden Prabowo selalu dilakukan secara terukur dan tidak berlarut-larut. Ia mencontohkan kunjungan ke Belanda yang menurutnya dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
"Kita beruntung mempunyai presiden seperti beliau yang bisa langsung berbicara straight to the point dan tahu substansi, bukan membaca kertas yang disiapkan staf," tutur Fadli.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.