Sebelumnya
Secara umum, operasional penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lancar sejak fase kedatangan jemaah hingga proses pemulangan. Seluruh tahapan layanan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Pemberangkatan jemaah gelombang kedua melalui Bandara Jeddah telah berakhir pada 16 Juni 2026.
Sementara proses pergerakan jemaah dari Makkah menuju Madinah terus berlangsung dan memasuki tahap akhir. Hingga Sabtu sore, sebanyak 86.592 jemaah telah diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah sebagai bagian dari rangkaian pemulangan ke Tanah Air.
Menurut Ihsan, saat ini hanya tersisa tiga kelompok terbang terakhir yang dijadwalkan bergerak menuju Madinah pada 21 hingga 22 Juni 2026. Dari sisi akomodasi, PPIH Arab Saudi mengelola layanan jemaah yang menempati 177 hotel yang tersebar di lima wilayah dan 10 sektor pelayanan di Kota Makkah.
"Hari ini masih tersisa sekitar 31 hotel yang dihuni jemaah. Insya Allah pada hari Senin seluruh hotel sudah kosong dari jemaah Indonesia," tuturnya.
Layanan konsumsi juga mencatat capaian besar. Sepanjang musim haji, petugas berhasil mendistribusikan sebanyak 15.866.621 boks makanan kepada jemaah Indonesia di berbagai titik pelayanan.
Baca juga : Dibantai Belanda, Swedia Dapat Pelajaran Berharga
Pada sektor transportasi, sejumlah inovasi diterapkan untuk meningkatkan efektivitas layanan. Salah satunya melalui sistem transport command and control yang memungkinkan pemantauan armada secara terintegrasi dan berlangsung secara real time.
"Alhamdulillah seluruh pergerakan armada, baik salawat maupun layanan Armuzna, dapat dipantau dan dikendalikan dengan baik," katanya.
Transformasi pelayanan juga dilakukan melalui pemanfaatan ekosistem digital haji dalam proses distribusi kartu Nusuk. Sistem tersebut dinilai mampu mempercepat penyaluran kartu sekaligus meningkatkan akurasi pendataan jemaah.
Selain itu, koordinasi dengan berbagai syarikah terus diperkuat untuk mengantisipasi berbagai potensi kendala operasional selama musim haji berlangsung.
Di bidang bimbingan ibadah, pelaksanaan pembayaran dam melalui Program Adahi menunjukkan tren positif. Sekitar 135.000 jemaah tercatat memanfaatkan layanan tersebut, meningkat dibandingkan musim haji sebelumnya.
Baca juga : Hari Ini Dibuka Lagi, IHSG Diprediksi Menguat
Petugas juga secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan edukasi dan pembinaan ibadah di tingkat sektor maupun daerah kerja guna membantu jemaah menjalankan rangkaian ibadah sesuai tuntunan syariat.
Perhatian terhadap jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas tetap menjadi salah satu prioritas utama dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Berbagai layanan pendukung disiapkan untuk memastikan mereka dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
Fasilitas kursi roda, layanan pendampingan, hingga bantuan mobilitas bagi jemaah berkebutuhan khusus disediakan di berbagai titik pelayanan. Salah satu program yang kembali mendapatkan apresiasi luas adalah Safari Wukuf Lansia.
Program tersebut memungkinkan jemaah lanjut usia dan berisiko tinggi tetap dapat mengikuti puncak ibadah haji di Arafah dengan pendampingan yang memadai.
"Safari Wukuf Lansia tahun ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi jemaah yang membutuhkan layanan khusus," ujar Ihsan.
Baca juga : Perjalanan Haji Sharfina, Inspirasi Penyandang Disabilitas
Dia berharap seluruh capaian yang berhasil diraih selama musim haji 2026 dapat menjadi fondasi untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji Indonesia pada masa mendatang.
Menurut Ihsan, berbagai inovasi, pengalaman lapangan, dan kolaborasi yang terbangun selama musim haji tahun ini menjadi modal penting untuk menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.