BREAKING NEWS
 

Hadir Di Bangkalan Madura, Presiden Jelaskan Rupiah Di Depan Para Ulama NU

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Rabu, 24 Juni 2026 08:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syachona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). (Foto: Biro Pers)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). Dalam sambutannya, Prabowo bicara peran NU dan kader-kader NU di kancah nasional. Prabowo juga sempat bicara soal rupiah melemah dan kekayaan negara yang mengalir ke luar negeri. 

Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 13.50 WIB dengan menaiki mobil Maung Garuda. Kepala Negara mengenakan setelan safari berwarna khaki yang dipadukan dengan peci hitam. 

Setibanya di lokasi utama, Prabowo disambut jajaran petinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), antara lain Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar. 

Prabowo juga menyempatkan diri menyalami warga Nahdliyin yang telah memadati lokasi acara sejak siang. 

Baca juga : Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Kucurkan Stimulus 26,34 Triliun

Dalam sambutannya, Prabowo menyoroti besarnya peran kader NU yang tersebar di berbagai bidang, terutama di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, banyak anggota Kabinet Merah Putih yang berlatar belakang NU. 

"NU memang hebat, selalu berada di mana-mana. Jadi, NU enggak pernah kalah. Hebat, hebat. Kalau belajar politik sebetulnya harus belajar dari NU," puji Prabowo. 

Menurut Prabowo, NU memiliki peran sentral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di pemerintahan terdapat sejumlah menteri yang berasal dari kalangan NU, di antaranya Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Choiri Fauzi, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.

"Kabinet Merah Putih ini banyak sekali NU-nya, ya," ujar Prabowo. 

Baca juga : Roy Suryo & Tifa Tak Ditahan Jaksa, Jokowi: Kita Harus Hargai

Candaan lain muncul ketika Prabowo menyapa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang hadir mengenakan kopiah. Menurutnya, penggunaan kopiah oleh personel TNI dan Polri saat menghadiri acara keagamaan bisa menjadi kebiasaan baru. 

"Tentara pakai kopiah, polisi pakai kopiah, padahal enggak ada dalam peraturan. Enggak ada PDL topinya ini. Berarti harus diubah ya, PDL atau PDH kalau datang ke tempat NU atau Muhammadiyah harus pakai kopiah," guraunya. 

Prabowo juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan NU. Ia mengaku selalu merasa nyaman dan aman ketika berada di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama. 

"Sambutan demikian besar kepada saya. Saya merasa selalu nyaman dan aman di tengah-tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama," ujar mantan Menteri Pertahanan itu. 

Baca juga : Skotlandia Vs Brazil, Laga Hidup-Mati Bagi Tartan Army

Prabowo menambahkan, kedekatannya dengan NU telah terjalin sejak masa kecil karena pernah bertetangga dengan keluarga Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia juga menyebut neneknya merupakan bagian dari keluarga besar NU. 

Adsense

"Eyang saya, eyang putri saya juga dari NU," ucapnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense