RM.id Rakyat Merdeka - Dua kubu kepemimpinan Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) akhirnya sepakat mengakhiri perbedaan dengan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Bersama Rekonsiliasi.
Kedua ketua umum, Arman Hanis dan Ranto P. Simanjuntak, menyatakan siap mengesampingkan ego demi menyatukan kembali organisasi dan memilih ketua umum yang baru.
Munaslub Bersama Rekonsiliasi AAI mengusung tema "Harmoni Dalam Perbedaan, Kekuatan Dalam Persatuan, Melangkah Dalam Kemesraan: Bersatunya Asosiasi Advokat Indonesia untuk Masa Depan yang Gemilang". Kegiatan berlangsung di Jakarta Barat pada 3–4 Juli 2026 dan dihadiri sekitar 500 peserta dari berbagai daerah.
Arman Hanis mengatakan, Munaslub bersama ini menjadi momentum rekonsiliasi yang membawa sejumlah agenda penting.
Selain memilih ketua umum baru, forum juga akan membahas pendelegasian kewenangan kepada ketua umum untuk mendaftarkan organisasi advokat serta perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).
"Nah, itu tiga agenda utama yang dalam hal ini kita bersama-sama dua DPP ini berekonsiliasi untuk kemajuan dunia advokat Indonesia," kata Arman.
Baca juga : Eksel Runtukahu Bidik Gelar Juara Bersama Jakmania
Namun, ia belum bersedia mengungkap secara rinci materi perubahan AD/ART karena seluruh keputusan akan ditentukan dalam forum Munaslub.
"Tapi intinya adalah bahwa penyatuan ini adalah tonggak sejarah yang akan kita bentuk hari ini. Apakah nanti tetap menggunakan nama AAI atau tidak, itu akan kita putuskan bersama di floor," tuturnya.
Arman menambahkan, salah satu faktor yang mendorong penyelenggaraan Munaslub Bersama Rekonsiliasi adalah Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 126/PUU-XXIV/2026 terkait uji materi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat yang diputus pada 17 Juni 2026.
Menurutnya, AAI menghormati putusan tersebut dan akan menyesuaikan diri dengan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk membahas kemungkinan perubahan nama maupun logo organisasi.
"Intinya adalah kami ingin menjadi organisasi yang legal, yang sah, dan sejajar dengan organisasi advokat lainnya," ujarnya.
Sementara itu, Ranto P. Simanjuntak menilai Munaslub Bersama Rekonsiliasi menjadi momentum bersejarah bagi dunia advokat Indonesia.
Baca juga : BSD City Kembangkan Pusat Riset AI dan Robotik Bersama ASIX Indonesia
Menurutnya, penyatuan dua dewan pimpinan pusat (DPP) merupakan langkah besar untuk membangun AAI yang lebih kuat.
"Jadi, kami menyatukan AAI ini sebagai suatu organisasi advokat besar. Itu adalah cita-cita yang sangat sulit. Dan hari ini kami telah mewujudkannya dengan menekan ego masing-masing demi terlaksananya rekonsiliasi ini," kata Ranto.
Ia berharap, Munaslub dapat melahirkan pemimpin yang mampu membawa AAI menjadi organisasi yang lebih maju sekaligus berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Ranto mengungkapkan, AAI saat ini masih terbagi menjadi tiga kepengurusan. Namun, baru dua DPP yang sepakat bersatu dan menggelar Munaslub Bersama Rekonsiliasi, yakni kubu yang dipimpinnya dan kubu Arman Hanis. Mengenai DPP lainnya, ia memilih tidak berkomentar.
"Kami tetap melanjutkan cita-cita untuk menyatukan organisasi AAI ini agar lebih maju. Kami ingin menciptakan sejarah bahwa organisasi advokat ini bisa bersatu kembali," katanya.
Pada kesempatan yang sama, senior AAI James Purba mengatakan upaya penyatuan sebenarnya telah dimulai sejak tahun lalu melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh tiga pimpinan AAI.
Baca juga : Demiliterisasi Polri Dan Keberanian Menata Demokrasi
Namun, dalam perjalanannya hanya dua pihak yang berkomitmen melanjutkan proses rekonsiliasi.
"Kami berharap ini bisa menjadi contoh bagi organisasi profesi lainnya agar lebih kokoh. Organisasi akan lebih kuat jika bersatu daripada terpecah," ujar James.
Ia menambahkan, rekonsiliasi tersebut menjadi peristiwa yang langka karena untuk pertama kalinya organisasi profesi yang sebelumnya terpecah berhasil menyatukan kembali kepengurusannya.
"Ini baru pertama kali terjadi di Indonesia, organisasi yang sudah terpecah bisa kembali bersatu. Semangat inilah yang harus kita hargai, bahwa kalau ada kemauan tidak ada yang mustahil," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.