Dark/Light Mode

Hentikan Perang, Ketua MPR Ajak Dunia Kembali Ke Diplomasi

Selasa, 7 April 2026 16:04 WIB
Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Foto: MPR RI
Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Foto: MPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Ahmad Muzani menyerukan seluruh negara yang terlibat konflik di Timur Tengah untuk segera menghentikan perang dan kembali menempuh jalur diplomasi.

Seruan itu disampaikan Muzani menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang dinilai berdampak luas terhadap kondisi global.

“Dari mimbar yang terhormat ini, saya menyerukan agar semua negara yang terlibat dalam peperangan segera menghentikan seluruh aktivitas perang di Timur Tengah,” ujar Muzani dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).

Dia menegaskan, perang telah memicu berbagai krisis global, mulai dari ekonomi, energi, kemanusiaan hingga ekologi. “Perang menyebabkan krisis ekonomi, krisis energi, krisis kemanusiaan, hingga krisis ekologi. Perang tidak mengenal belas kasihan,” tegasnya.

Muzani menyebut, konflik di Timur Tengah kini telah menjadi bencana global yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk di kawasan yang jauh dari lokasi konflik seperti Indonesia.

Baca juga : Lindungi Industri Penerbangan, Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Dihapus

“Perang yang terjadi ribuan kilometer dari Yogyakarta, dampaknya sudah mulai kita rasakan,” ujarnya.

Menurut dia, salah satu dampak nyata adalah kenaikan harga kebutuhan pokok di berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Tenggara. “Negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, dan Vietnam mulai mengalami kenaikan harga. Bahkan di Australia, harga kebutuhan pokok ikut terdampak. Ini semua akibat perang di Timur Tengah,” jelasnya.

Muzani juga mengingatkan dampak kemanusiaan yang ditimbulkan perang sangat serius, termasuk hancurnya fasilitas publik dan penderitaan masyarakat sipil.

Dia menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang kerap mengingatkan bahaya perang.

“Pak Prabowo selalu mengatakan, jangan sampai ada perang. Karena perang itu jahat, berbahaya, dan tidak mengenal belas kasihan. Sekolah dihancurkan, rumah sakit dihancurkan, air bersih dan listrik pun dirusak,” tuturnya.

Baca juga : Percepat Ekspansi, Texas Chicken Tambah Gerai Ke-23 Di Bekasi

Lebih lanjut, Muzani menekankan pentingnya peran aktif Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia melalui jalur diplomasi dan perundingan internasional.

“Indonesia harus aktif mencari solusi dan terlibat dalam setiap perundingan. Kita harus kembali pada diplomasi, karena perang berarti hilangnya kepercayaan terhadap dialog,” ujarnya.

Dia menambahkan, sejak berakhirnya Perang Dunia II, dunia relatif mampu menahan konflik besar melalui jalur diplomasi, meskipun sempat terjadi ketegangan dalam era Perang Dingin. “Semua perbedaan seharusnya diselesaikan melalui perundingan dan diplomasi,” katanya.

Muzani juga menyinggung kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia melalui keterlibatan TNI dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia menyampaikan duka atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon Selatan.

“Bangsa Indonesia percaya perdamaian dicapai melalui kesabaran dan proses. Karena itu, kita berduka atas gugurnya tiga prajurit terbaik kita yang menjalankan misi perdamaian dunia,” ujarnya.

Baca juga : Persebaya Vs Persita: Bruno Paraiba Makin Bugar, Siap Kembali Cetak Gol

Menurut Muzani, kehadiran prajurit TNI di Lebanon merupakan wujud komitmen Indonesia dalam menjalankan amanat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia.

“Mereka ke Lebanon bukan untuk berwisata, tetapi menjalankan misi PBB dan menjaga perdamaian dunia. Kita semua berduka atas wafatnya para prajurit terbaik bangsa,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.