BREAKING NEWS
 

Astra Siapkan 1.000 Rusun Tipe 36 Di Bandung, Ara: Dongkrak Ekonomi Kota

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Kamis, 16 Juli 2026 10:35 WIB
Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk, Boy Kelana Soebroto bersama Menteri PKP Maruarar Sirait beri keterangan rencana pembangunan rusun untuk MBR di kawasan Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung Jawa Barat, Rabu (15/7/2026). Foto: PKP

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Astra International Tbk menyiapkan 1.000 unit rumah susun (rusun) tipe 36 bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat. Hunian vertikal tersebut akan dibangun di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggunakan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), tanpa memakai anggaran negara. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan proyek ini menjadi contoh kolaborasi pemerintah, BUMN, dan swasta dalam penyediaan hunian layak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Bandung.

Komitmen tersebut disampaikan Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto saat meninjau lokasi pembangunan bersama Menteri PKP Maruarar Sirait dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin di kawasan Stasiun Kiaracondong, Bandung, Rabu (15/7/2026).

Boy mengatakan, rusun akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 9.600 meter persegi. Kawasan hunian itu dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan hunian dengan jaringan transportasi publik dan pusat aktivitas ekonomi di Kota Bandung.

"Rusun ini dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang keluarga, dan area servis agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan hunian yang layak dan terjangkau sekaligus mendorong laju ekonomi Kota Bandung," ujar Boy.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan, kawasan Kiaracondong akan dikembangkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Bandung melalui integrasi sejumlah kawasan strategis.

Baca juga : Harga Kopi Dunia Naik, Kemlu Siapkan Tiga Strategi Dongkrak Ekspor

"Kita akan mengembangkan kawasan Kiaracondong ini menjadi salah satu pusat ekonominya Bandung. Kita akan integrasikan Laswi Heritage, Stasiun Kiaracondong, dan juga kawasan Stasiun Bandung," kata Bobby.

Menurutnya, kawasan tersebut juga akan terhubung dengan berbagai fasilitas strategis milik KAI, mulai dari pusat riset, pusat data (data center), hingga kawasan perkantoran yang tengah dipersiapkan.

"Di belakang ada research center, ada data center, kemudian di depan juga akan kami kembangkan menjadi kawasan perkantoran KAI," ujarnya.

Adsense

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, pembangunan rusun di Kiaracondong menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat.

"Di Kota Bandung kita akan membangun sekitar 1.000 unit rusun di atas lahan milik PT KAI dengan dukungan Astra. Spesifikasinya 36 meter persegi, dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu dapur, dan area servis," ujar Ara, sapaan akrab Maruarar.

Baca juga : Kapolri Resmikan 80 Jembatan Presisi di Riau, Akses Sekolah Dan Ekonomi Lancar

Ara menjelaskan, pemerintah saat ini terus mendorong optimalisasi aset negara untuk mendukung penyediaan perumahan rakyat melalui berbagai skema pembiayaan.

"Saya sudah laporkan kepada Presiden bagaimana tanah-tanah negara yang bisa dimanfaatkan untuk program perumahan bagi MBR. Skemanya mulai dari APBN, Danantara hingga kolaborasi dengan swasta melalui hibah, CSR atau bentuk kerja sama lain yang sesuai aturan," tuturnya.

Menurut Ara, kolaborasi tersebut merupakan langkah inovatif untuk mempercepat pembangunan perumahan tanpa mengurangi kepemilikan aset negara. Dengan melibatkan pemerintah, BUMN, dan swasta, aset negara dapat dimanfaatkan secara produktif sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia menambahkan, pembangunan rusun akan dimulai setelah seluruh proses administrasi, perizinan, serta konsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) selesai dilakukan.

"Pembangunannya setelah kita konsultasi dengan BPK dan BPKP, dan tentu sambil jalan seluruh perizinannya diurus," katanya.

Baca juga : Menhut: Hutan Tak Hanya Lestari, Tapi Juga Penggerak Ekonomi Baru

Usai meninjau lokasi pembangunan rusun, Menteri PKP menghadiri Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dalam rangka Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat antara Kementerian PKP, BP Tapera, dan BRI di Summarecon Bandung.

Dalam kesempatan itu, Ara mengatakan Program KUR Perumahan merupakan salah satu terobosan pemerintah yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pembiayaan sektor perumahan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap ekosistem perumahan nasional semakin kuat dengan dukungan perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat sehingga kebutuhan hunian rakyat dapat dipenuhi secara lebih cepat dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense