Dark/Light Mode

Kementan Gandeng AKDI Dongkrak Ekspor Durian Indonesia Ke China

Minggu, 14 Juni 2026 17:47 WIB
Direktur Hilirisasi Hortikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Freddy Lumban Gaol (berbatik) bersama Sekretaris Jenderal Asosiasi Kebun Durian Indonesia (AKDI), Sugiharto Budiono (baju hijau) di sela kegiatan Nusatic Nusapet Nusahorti di ICE BSD Tangerang, Sabtu (13/6/2026). Foto: Kementan
Direktur Hilirisasi Hortikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Freddy Lumban Gaol (berbatik) bersama Sekretaris Jenderal Asosiasi Kebun Durian Indonesia (AKDI), Sugiharto Budiono (baju hijau) di sela kegiatan Nusatic Nusapet Nusahorti di ICE BSD Tangerang, Sabtu (13/6/2026). Foto: Kementan

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) mulai mengonsolidasikan kekuatan petani dan pelaku usaha durian nasional untuk merebut pasar ekspor China yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah.

Langkah itu dilakukan dengan menggandeng Asosiasi Kebun Durian Indonesia (AKDI) sebagai mitra strategis dalam membangun rantai pasok, meningkatkan kualitas produk, hingga memperluas akses pasar internasional.

Direktur Hilirisasi Hortikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Freddy Lumban Gaol, mengatakan pengembangan durian berorientasi ekspor merupakan amanat langsung Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong komoditas unggulan Indonesia agar mampu bersaing di pasar global.

"Durian menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian khusus. Presiden mengarahkan agar komoditas unggulan yang memiliki daya saing tinggi terus dikembangkan untuk pasar ekspor, dan durian termasuk yang paling potensial," kata Freddy di sela kegiatan Nusa Horti, Sabtu (13/6/2026).

Baca juga : Kementan Terus Perkuat Hilirisasi Ekspor Hortikultura Indonesia Ke Mancanegara

Menurut Freddy, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri menjangkau petani satu per satu. Karena itu, keberadaan AKDI dinilai sangat strategis sebagai wadah yang menghimpun para pekebun durian dari berbagai daerah untuk bergerak dalam satu kekuatan yang terorganisasi.

"Kita membutuhkan kelembagaan yang kuat. Dengan adanya AKDI, pemerintah lebih mudah melakukan pendampingan, registrasi kebun, sertifikasi Good Agricultural Practices (GAP), hingga fasilitasi pemasaran. Dari Papua sampai Aceh, seluruh kebun durian yang bergabung akan menjadi satu kekuatan nasional yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global," ujarnya.

Freddy mengungkapkan, pasar China masih menjadi target utama ekspor durian Indonesia. Permintaan negara tersebut terus meningkat dengan nilai pasar yang diperkirakan mencapai sekitar Rp130 triliun per tahun.

Sayangnya, selama ini banyak durian Indonesia yang masuk ke China melalui negara perantara sebelum dijual kembali ke konsumen akhir.

Baca juga : Lukita Maxwell, Lahir Di Indonesia Ngetop Di Hollywood

"Kita tidak boleh terus-menerus bergantung pada negara transit. Indonesia harus menguasai mata rantai perdagangan durian. Konsumen di China harus bisa memperoleh durian Indonesia secara langsung dengan kualitas yang terjamin," tegasnya.

Untuk memperlancar ekspor, Kementan bersama AKDI akan memperkuat kolaborasi pemasaran melalui business matching dengan calon pembeli dari berbagai negara. Selain China, pasar potensial juga dibidik dari kawasan Timur Tengah hingga Eropa.

"Nantinya AKDI akan menjadi pintu masuk bagi buyer yang ingin mendapatkan durian Indonesia. Pemerintah akan menjembatani proses bisnisnya sehingga nilai tambah dan daya saing produk bisa meningkat," kata Freddy.

Dia menambahkan, hilirisasi hortikultura tidak hanya berbicara soal produksi, tetapi juga penguatan kelembagaan ekonomi petani. Tanpa organisasi yang solid, petani akan sulit memperoleh nilai tambah yang optimal.

Baca juga : FBI Gempur Sindikat Siber Di Asia Tenggara

"Kalau petani berjalan sendiri-sendiri, akan sulit. AKDI menjadi sarana untuk registrasi kebun, penerapan GAP, good handling practices pascapanen, hingga pengembangan varietas baru. Semua itu bagian dari hilirisasi yang menghasilkan nilai tambah dan meningkatkan daya saing," ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.