Dark/Light Mode

Menekraf Ajak Lulusan STIAMI Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Kamis, 2 Juli 2026 17:00 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda ke-49 Institut STIAMI di Jakarta, Kamis (2/7/2026). Ia mengajak para wisudawan menjadi pencipta lapangan kerja melalui ekonomi kreatif menuju Indonesia Emas 2045. Dok. Kementerian Ekraf
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda ke-49 Institut STIAMI di Jakarta, Kamis (2/7/2026). Ia mengajak para wisudawan menjadi pencipta lapangan kerja melalui ekonomi kreatif menuju Indonesia Emas 2045. Dok. Kementerian Ekraf

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengajak para wisudawan Institut STIAMI menjadi penggerak kebangkitan ekonomi kreatif Indonesia.  Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan daya saing bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Ajakan tersebut disampaikan Menteri Ekraf Teuku Riefky saat memberikan orasi ilmiah pada Wisuda ke-49 Institut STIAMI di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Dalam pidatonya, Teuku Riefky menegaskan, ekonomi kreatif bertumpu pada kekuatan ide, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

"Ekonomi kreatif pada dasarnya adalah tentang anak muda dan gagasan. Sebagai digital native yang kreatif, visioner, adaptif, Generasi Z dan milenial memiliki kemampuan besar untuk menghasilkan gagasan inovatif yang melampaui batas budaya maupun negara," kata Teuku Riefky. 

Baca juga : Diumumkan Airlangga, Ekonomi RI Di Jalur Positif 

Karena itu, di tengah era disrupsi digital ini, para wisudawan ditantang untuk mengoptimalkan potensi tersebut agar tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Teuku Riefky mengatakan, bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2045 harus dimanfaatkan melalui penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai mesin penciptaan lapangan kerja. 

Dengan lebih dari 53 persen penduduk berada pada usia produktif, sektor ekonomi kreatif dinilai mampu menyerap tenaga kerja muda sekaligus menjawab tantangan tingginya angka pengangguran pada kelompok usia 15-39 tahun. Ia menuturkan, karakter generasi Z dan Milenial yang kreatif, adaptif, serta akrab dengan teknologi sangat sesuai dengan kebutuhan industri ekonomi kreatif. Hal itu juga tercermin dari struktur tenaga kerja sektor ekonomi kreatif Indonesia pada 2025 yang didominasi generasi milenial dan Gen Z, yakni sebesar 63 persen.

Teuku Riefky meminta, generasi muda harus menjadi agen perubahan yang menghubungkan ilmu dari kampus ke masyarakat, industri, hingga pasar global. 

Baca juga : Menkop: Kopontren Diproyeksikan Jadi Sumber Kekuatan Ekonomi Baru

"Kepada wisudawan saya titipkan tiga pesan penting menuju Indonesia Emas 2045, yaitu terus belajar menghadapi perubahan cepat, berani menciptakan peluang dengan menjadi pencipta lapangan kerja, serta menjaga integritas dengan karakter yang kuat," tegasnya.

Untuk mendukung pengembangan sektor tersebut, Pemerintah terus memperkuat ekonomi kreatif melalui delapan kebijakan strategis Asta Ekraf. Di antaranya penguatan data, regulasi, talenta, infrastruktur, kekayaan intelektual, akses pembiayaan, perluasan pasar, serta kolaborasi hexahelix.

Selain itu, Kementerian Ekraf juga menyiapkan Program Flagship Ekraf 2027 yang mencakup aktivasi desa kreatif, pengembangan creative hub, program Creative by Indonesia, bantuan sarana produksi kreatif, hingga penguatan kelembagaan dan diplomasi ekonomi kreatif.

Sementara itu, Rektor Institut STIAMI Sylvia Murni menyatakan dukungannya terhadap upaya Pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif.

Baca juga : Bamsoet Ajak Komunitas Otomotif Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif

"Kami bangga dan mendukung penuh arahan dari Kementerian Ekraf. Kami berharap para wisudawan ke-49 mampu menangkap peluang di sektor kreatif ini untuk menjadi akselerator sumber daya manusia yang unggul serta berintegritas," ujar Sylvia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.