RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap penyebab keracunan massal usai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 6 Semarang. Daun singkong dan bumbu rendang diduga dimasak terlalu dini sehingga kualitas makanan menurun saat disajikan.
Pria yang akrab disapa Mas Dar ini mengatakan, investigasi awal mengarah pada proses pengolahan makanan yang tidak sesuai dengan waktu penyajian. Menurut dia, bahan makanan yang dimasak jauh sebelum didistribusikan berpotensi memengaruhi kualitas dan keamanan pangan.
“Sejauh ini investigasi kita adalah dari bahan-bahan itu dan diduga memasaknya jauh lebih awal,” kata Sudaryono di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/8/2026).
Dia menegaskan, BGN akan memperketat pengawasan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia agar kejadian serupa tidak terulang. Dapur penyedia makanan untuk SMKN 6 Semarang juga telah dihentikan sementara operasionalnya sembari menunggu hasil investigasi menyeluruh.
“Jadi di-suspend ini kan ada mitra, ada yayasan, ada SPPG, ada yang di situ kita beri sanksi termasuk Korcam dan ke atas ini kami beri peringatan,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, BGN mempercepat penerapan sistem digital agar seluruh proses produksi makanan di dapur MBG dapat dipantau secara real time. Seluruh dapur MBG juga diwajibkan menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara disiplin, mulai dari kebersihan, keamanan pangan, hingga tata kelola dapur.
Mas Dar menambahkan, kepala SPPG bertanggung jawab penuh memastikan seluruh petugas mematuhi SOP. Menurut dia, petugas yang tidak menjalankan prosedur kebersihan, seperti tidak mencuci tangan atau tidak menggunakan alat pelindung diri saat mengolah makanan, harus ditindak tegas.
“Karena kesehatan dan nyawa seseorang itu sangat berarti. Nggak boleh lagi,” katanya.
Baca juga : Chat “Auto Delete” Jadi Petunjuk KPK
Ia menegaskan, BGN menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap kasus keracunan pangan maupun penyimpangan dalam penyelenggaraan Program MBG. “Zero tolerance terhadap tindak pidana korupsi dan hanky-panky, nitip-nitip duit itu nggak boleh lagi,” tegasnya.
Untuk diketahui, usai insiden tersebut, Mas Dar langsung mengunjungi para korban yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang, antara lain RS Permata Medika, RS Bhakti Wira Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum pada Sabtu (1/8/2026). Berdasarkan laporan yang diterimanya, sebagian besar korban mengalami gejala pusing, mual, muntah, dan diare, sementara beberapa lainnya harus menjalani observasi di rumah sakit.
“Jadi ini saya kunjungan ke Semarang merespons dari laporan adanya keracunan dari SMK Negeri 6 Semarang. Alhamdulillah tadi sudah kita tengok kondisinya sudah baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Mochamad Abdul Hakam mengatakan jumlah korban dugaan keracunan mencapai 707 orang. Korban terdiri atas 693 siswa dan 14 guru SMKN 6 Semarang.
Baca juga : Gerindra: Dana Parpol Untuk Pendidikan Politik
Menurut Hakam, sebanyak 698 orang mendapatkan penanganan langsung di sekolah. Sementara itu, sembilan orang dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu untuk menjalani observasi lebih lanjut.
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan penyebab pasti kejadian. Selain itu, pihaknya berkoordinasi dengan SMKN 6 Semarang, SPPG Semarang Timur/Karangturi, Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri, serta instansi terkait untuk mempercepat penyelidikan epidemiologi.
Anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago mendukung langkah BGN yang mengenghentikan sementara SPPG penyuplai MBG ke SMKN 6 Semarang. “BGN harus mengambil langkah konkret apabila terbukti SPPG teledor dalam memberikan layanan MBG,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, Minggu (2/8/2026). [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.