Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Warga Palestina Keluhkan Gencatan Senjata Hanya Di Atas Kertas
Israel Terus Bom Gaza, Perdamaian Cuma Ilusi
Senin, 3 Agustus 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Warga Jalur Gaza, Palestina, tak bisa berharap banyak terhadap perdamaian di wilayah kantong Palestina itu. Kabar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal kesiapan Hamas melucuti senjata, belum mampu menghapus kecemasan mereka di saat serangan Israel masih terus berlangsung.
Bagi rakyat Gaza, janji damai tidak ada artinya selama serangan Israel masih berlangsung dan kehidupan di pengungsian belum berubah. Sebagian besar dari sekitar 2 juta warga Gaza masih hidup di kamp-kamp pengungsian dengan kondisi memprihatinkan.
Kepadatan tenda pengungsian memicu berbagai persoalan. Mulai dari merebaknya tikus hingga penyebaran penyakit menular seperti cacar air. Kebutuhan dasar seperti air bersih, obat-obatan, dan layanan kesehatan juga masih sangat terbatas.
“Mereka bisa saja bicara soal penarikan pasukan dan pelucutan senjata,” ujar Abdel Moneim Aboul-Roos (24), sopir becak motor yang kehilangan satu kakinya akibat serangan udara Israel.
Baca juga : Abel Cantika, Kena Tipu Toko Online Abal-abal
“Bagi saya, itu semua tidak ada artinya selama kami masih kekurangan makanan dan obat-obatan,” tandasnya.
Meski menganggapnya sebagai perkembangan positif, mereka tetap skeptis. Pengalaman selama hampir tiga tahun perang membuat mereka berkali-kali mendengar janji bahwa konflik akan segera berakhir. Namun, kenyataannya kondisi justru semakin memburuk.
“Sudah cukup. Kami butuh perbaikan dalam hidup kami,” tegas warga Gaza selatan, Ayman Ahmed.
Di Gaza selatan, Ghazal Astal mengatakan, suara tembakan pasukan Israel hampir tidak pernah berhenti. Kondisi itu membuat banyak warga semakin ragu bahwa gencatan senjata akan benar-benar membawa perubahan.
Baca juga : Ditanya Soal Reshuffle, Mensesneg: Belum Ada
Keraguan serupa disampaikan Ammar Kaskeen (30). Menurut dia, kesepakatan damai tidak otomatis membuat pasukan Israel mundur dari wilayah yang telah mereka kuasai.
“Saya pikir tujuan mereka bukan hanya melucuti senjata Hamas, tetapi juga mengusir warga Palestina dari Gaza. Mereka akan membuat kami terus menderita,” curhatnya.
Hingga kini, Israel belum memberikan pernyataan resmi mengenai kesepakatan tersebut. Namun, sejumlah pejabat Israel yang berbicara secara anonim mengisyaratkan, dokumen itu tidak sepenuhnya sejalan dengan kepentingan negaranya.
Pada Kamis (30/7/2026), Trump mengumumkan bahwa Hamas telah mencapai kesepakatan dengan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian untuk pelucutan senjata total.
Baca juga : BGN Selamatkan Duit Negara 311 M
Trump mengatakan, langkah selanjutnya adalah penarikan tentara Israel secara bertahap dari Jalur Gaza. “Ini langkah monumental menuju perdamaian dan keamanan yang langgeng,” tulis Trump di Truth Social.
Menurutnya, setelah pelucutan senjata selesai, pasukan Israel akan mundur dan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) akan bekerja sama dengan pasukan polisi Palestina yang baru untuk bertanggung jawab atas keamanan Gaza bagi penduduknya dan tetangganya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya