BREAKING NEWS
 

Stafsus Menag Sebut Seskab Teddy Role Model Pemimpin Muda Indonesia

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : MUHAMAD FIKY
Selasa, 11 Agustus 2026 15:03 WIB
Foto: Kemenag RI.

RM.id  Rakyat Merdeka - Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, mendorong mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram berani bermimpi besar, memiliki cita-cita tinggi, dan memperjuangkan pendidikan sebagai bekal menghadapi persaingan global.

Dalam kesempatan tersebut, Gugun menyebut Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sebagai salah satu role model kepemimpinan bagi generasi muda Indonesia.

“Seskab Teddy menjadi role model kepemimpinan anak-anak muda Indonesia. Dia punya leadership, kecerdasan, intelektualitas, dan integritas. Insya Allah, kita doakan beliau menjadi pemimpin Indonesia ke depan,” ujar Gugun, Selasa (11/8/2026). 

Baca juga : Kemenag Kawal Percepatan Izin GPT Kristus Jawaban Medan

Gugun juga mengajak mahasiswa untuk tidak membatasi diri dengan kondisi saat ini. Menurutnya, generasi muda harus berani bermimpi sekaligus membangun kapasitas diri agar mampu mewujudkan cita-cita dan mengambil peran di tingkat global.

Adsense

“Adik-adik harus berani bermimpi, berani punya cita-cita besar, dan yang paling penting berani memperjuangkannya. Pendidikan adalah salah satu jalan untuk mempersiapkan diri agar mampu bersaing, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat global,” katanya.

Gugun menekankan pentingnya perguruan tinggi dalam mempersiapkan human capital yang unggul di tengah perubahan dunia yang semakin cepat. Persaingan ke depan, kata dia, tidak hanya berbicara mengenai teknologi, tetapi juga kualitas manusia, kemampuan berpikir, karakter, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.

Baca juga : Stafsus Menag Tempuh Dialog Damai untuk Selesaikan Persoalan Chapel USU

“Kita sedang menghadapi talent war. Negara-negara di dunia berlomba-lomba menciptakan dan mendapatkan talenta terbaik. Karena itu, kampus harus mampu mempersiapkan human capital yang unggul, berkarakter, adaptif, dan memiliki daya saing global,” tuturnya.

Selain penguatan kapasitas akademik dan keterampilan, Gugun berharap kampus terus menjadi motor penggerak literasi moderasi beragama. Hal itu dapat dilakukan melalui riset, pengabdian kepada masyarakat, pelatihan, hingga integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kurikulum dan kehidupan kampus.

Menurutnya, perguruan tinggi keagamaan memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga mampu memahami keberagaman, membangun dialog, dan menjadi bagian dari solusi bagi bangsa.

Baca juga : Stafsus Menag Paparkan Konsep Kerukunan Prabowo di Forum Internasional

“Kampus jangan hanya menjadi tempat untuk mendapatkan ijazah. Kampus harus menjadi ruang untuk membangun cara berpikir, memperluas wawasan, mengasah kemampuan, dan melahirkan generasi yang mampu membawa perubahan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense