Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Stafsus Menag Paparkan Konsep Kerukunan Prabowo di Forum Internasional
Kamis, 30 Juli 2026 22:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Konsep kerukunan antarumat beragama yang menjadi salah satu fondasi pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dipaparkan Staf Khusus Menteri Agama (Menag), Gugun Gumilar, dalam forum internasional Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.
Indonesia disebut sebagai contoh keberhasilan merawat keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun persatuan dan kemajuan bangsa.
Gugun membuka sekaligus menyampaikan keynote speech pada Stewardship and Ministerial Convention of the Southern Asia-Pacific Division, sebuah forum internasional yang diselenggarakan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Kamis (30/7/2026).
Dalam pidato utamanya, Gugun memaparkan konsep kerukunan bangsa yang menjadi salah satu fondasi pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga : Carlos Pena Siapkan Uji Coba dan TC di Yogyakarta
Menurutnya, Indonesia merupakan contoh nyata bagaimana keberagaman agama, suku, budaya, dan bahasa dapat menjadi kekuatan untuk membangun persatuan, bukan sumber perpecahan.
"Presiden Prabowo menempatkan persatuan nasional dan kerukunan antarumat beragama sebagai modal strategis menuju Indonesia Emas 2045. Kerukunan bukan sekadar kondisi sosial yang harus dijaga, tetapi juga fondasi penting bagi pembangunan, kesejahteraan, dan kemajuan bangsa," ujar Gugun.
Ia menjelaskan, Kementerian Agama terus memperkuat berbagai program moderasi beragama, dialog lintas agama, serta kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk menjaga harmoni dalam kehidupan berbangsa.
Menurutnya, keberhasilan Indonesia dalam merawat keberagaman lahir dari komitmen seluruh komponen bangsa dalam menjunjung tinggi nilai toleransi, saling menghormati, dan gotong royong.
Baca juga : Partai Ummat Tegaskan Dukung Prabowo Berantas Korupsi hingga Tuntas
Di hadapan peserta yang berasal dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, Gugun juga menegaskan bahwa Indonesia membuka ruang seluas-luasnya bagi kerja sama lintas agama dalam menghadapi berbagai tantangan global, seperti kemiskinan, perubahan iklim, krisis kemanusiaan, hingga pembangunan karakter generasi muda.
"Kerukunan adalah investasi sosial yang harus terus dirawat. Ketika umat beragama saling percaya dan bekerja sama, maka perdamaian akan tumbuh dan pembangunan dapat berjalan lebih kuat," katanya.
Forum Stewardship and Ministerial Convention of the Southern Asia-Pacific Division menjadi wadah pertemuan para pemimpin dan pelayan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dari berbagai negara untuk memperkuat kepemimpinan, pelayanan, serta kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan kemanusiaan di kawasan Asia Pasifik.
Kehadiran Staf Khusus Menag dalam forum tersebut mencerminkan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus memperkuat diplomasi kerukunan antarumat beragama di tingkat internasional.
Baca juga : Stafsus Menag: Guru Madrasah Kunci Gagasan Pendidikan Prabowo
Sekaligus, memperkenalkan praktik baik Indonesia sebagai negara yang berhasil menjaga harmoni di tengah keberagaman.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya