BREAKING NEWS
 

Prioritas Pemerintah Usai Gempa NTT: Aktifkan Posko Hingga Penyelamatan Korban

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 15 Agustus 2026 17:54 WIB
Kepala BNPB Suharyanto. (Foto: Dok. Belom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan pemerintah akan segera mengaktifkan posko penanggulangan bencana dan melakukan evakuasi terhadap korban yang terjebak sebagai langkah prioritas usai gempa berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) Sabtu (15/8/2026) pagi.

Suharyanto mengatakan hal tersebut merupakan keputusan yang diambil dalam rapat koordinasi penanganan gempa NTT yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada Sabtu (15/8/2026).

"Dalam rapat koordinasi tadi, kami sudah sepakat untuk segera mengaktifkan posko penanggulan bencana, jadi semua hal-hal ketentuan berkaitan dengan penanggulan bencana ini akan diaktifkan," ujar Suharyanto.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa pemerintah juga akan segera melakukan evakuasi terhadap korban yang terjebak di sejumlah bangunan yang runtuh.

Baca juga : Kementerian PU Kerahkan Alat Berat Bersihkan Longsoran Pasca Gempa NTT

Dalam upaya ini, Suharyanto mengatakan tim gabungan yang terdiri atas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan melakukan pencarian dan pertolongan sesegera mungkin.

"Ada beberapa masyarakat yang disinyalir masih memerlukan pertolongan, ada yang terjebak di beberapa bangunan, ini menjadi sasaran awal dari tim penanganan bencana," ujarnya.

Adsense

Setelah dua langkah tersebut rampung, pemerintah kemudian akan fokus memulihkan jalur transportasi dan komunikasi yang terganggu akibat bencana tersebut.

Untuk jalur transportasi, Suharyanto mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum akan mengerahkan personel dan alat berat untuk membuka jalur transportasi yang terdampak guncangan gempa, seperti jalan yang tertimbun longsor.

Baca juga : TNI Kerahkan Hercules Dan KRI Bantu Korban Gempa NTT

Sementara itu, terkait jalur komunikasi, Suharyanto mengatakan pemerintah belum mendapat laporan mengenai gangguan sinyal ponsel di wilayah terdampak.

Kendati demikian, pemerintah sudah mempersiapkan jalur komunikasi cadangan, seperti jaringan internet berbasis satelit Starlink, untuk mempercepat pemulihan jika diperlukan.

"Untuk jalur-jalur komunikasi, sampai sekarang memang belum dapat laporan apakah sinyal HP, kemudian telepon, apakah ini terganggu. Tetapi tentu saja kami juga menyiapkan alat komunikasi cadangan," ujar Suharyanto.

Pemerintah terus bergerak cepat untuk menanggulangi bencana gempa bumi yang berpusat di dekat Kabupaten Nagekeo, NTT. Hingga pukul 15.00 WIB,

Baca juga : DPR Sampaikan Duka Gempa NTT, Koordinasikan Bantuan-Evakuasi Korban

Suharyanto mengatakan gempa tersebut mengakibatkan 38 orang meninggal dunia, dua orang luka berat, dan 11 orang luka ringan. Selain itu, sebanyak 2.000 orang mengungsi secara mandiri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense