RM.id Rakyat Merdeka - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan makin menggila dan berdampak luas. Kobaran api dan asap tebal, membuat aktivitas masyarakat terganggu. Jam sekolah diundur, hingga jadwal penerbangan kacau. Dari sisi kesehatan, Karhutla bikin kasus ISPA melonjak.
Di Kalimantan Tengah (Kalteng), misalnya, luas lahan yang terbakar mencapai 148,71 hektare. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng, ada 46 kejadian karhutla dan 1.026 titik panas.
Penanganan karhutla pun diperkuat. Sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas. Mereka didukung lima helikopter serta satu pesawat untuk operasi modifikasi cuaca.
Kobaran api juga terjadi di sejumlah kabupaten di Kalteng. Di Kapuas, tercatat tujuh kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar 21,5 hektare dan 231 titik panas.
Kotawaringin Timur mencatat tiga kejadian dengan luas lahan terbakar sekitar dua hektare dan 212 titik panas. Sementara Kotawaringin Barat menjadi salah satu daerah dengan luas karhutla terbesar, mencapai 46,7 hektare dalam delapan kejadian.
Di Sukamara, satu kejadian karhutla telah membakar sekitar 37 hektare lahan dengan 37 titik panas. Sedangkan di Kalimantan Timur, kebakaran di Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, melanda 10,65 hektare lahan.
Baca juga : IHSG & Rupiah Kembali Bergairah
Kondisi tersebut memicu kepungan asap di sejumlah daerah. Di Palangka Raya, kualitas udara bahkan sempat masuk kategori berbahaya dengan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) mencapai 487.
Jarak pandang ikut terganggu. Visibilitas di sejumlah wilayah hanya sekitar 1,4 kilometer. Dari ribuan titik panas yang terdeteksi di Kalteng, ratusan di antaranya berada di wilayah Kota Palangka Raya, tersebar di Kecamatan Jekan Raya, Sabangau, Bukit Batu hingga Rakumpit.
Asap pekat mulai memukul kesehatan masyarakat. BPBD Kalteng mencatat 66.679 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah kondisi karhutla dan kabut asap yang memburuk.
Bukan hanya kesehatan, asap karhutla juga mengganggu dunia pendidikan. Di Palangka Raya, jam masuk sekolah jenjang SD dan SMP diundur menjadi pukul 08.00 WIB. Sementara kegiatan belajar mengajar PAUD dialihkan ke pembelajaran jarak jauh atau daring.
“Kondisi kabut asap yang semakin pekat memaksa kita untuk mengambil langkah taktis dan adaptif. Kesehatan siswa, guru, dan seluruh tenaga pendidikan menjadi prioritas utama, namun pembelajaran tetap harus berjalan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Palangka Raya Jayani, dikutip Kamis (20/8/2026).
Kebijakan serupa diterapkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Mulai Kamis (20/8/2026), jam masuk sekolah bagi PAUD, TK, SD, dan SMP di wilayah terdampak kabut asap diundur menjadi pukul 09.00 WITA.
Baca juga : Diduga Terima Gratifikasi Rp 20,7 Miliar, Eks Pejabat Pajak Ditahan KPK
Sekolah yang kondisi udaranya lebih buruk diminta menyesuaikan kebijakan secara situasional. Langkah tersebut diambil untuk mengurangi paparan asap terhadap siswa dan tenaga pendidik.
Asap juga mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Sejumlah pelajar harus menggunakan masker ketika berangkat sekolah. Orang tua siswa di Banjarbaru, Firman, mengaku anaknya bahkan mengalami batuk hingga sesak napas akibat kepungan asap.
Sementara di Palangka Raya, sekolah juga telah melakukan penyesuaian kegiatan belajar akibat kualitas udara yang memburuk. Sekolah diberikan kewenangan mengatur durasi pembelajaran sesuai kondisi udara.
Aktivitas luar ruangan seperti olahraga, upacara dan kegiatan ekstrakurikuler dapat dihentikan sementara. Untuk jenjang PAUD, pembelajaran juga dapat dialihkan ke sistem daring.
Gangguan turut merembet ke sektor transportasi. Sebanyak 12 penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terdampak asap tebal pada Rabu (19/8/2026). Sejumlah penerbangan mengalami penundaan akibat jarak pandang yang terbatas.
General Manager Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan sejumlah penerbangan sempat tertunda akibat jarak pandang yang terganggu kabut asap. Namun, seluruh penerbangan yang terdampak kini telah kembali beroperasi.
Baca juga : Satriwan Salim: Angkat Guru PPPK Paruh Waktu Tanpa Tes
“Saat ini seluruh penerbangan terdampak telah lepas landas dari Bandara Internasional Syamsudin Noor menuju tujuan masing-masing,” sebut Stephanus kepada wartawan, Rabu (19/8/2026).
Meski penerbangan kembali normal, pihak bandara mengingatkan penumpang untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan operasional karena kabut asap masih terjadi.
Penumpang diminta tiba di bandara tiga jam sebelum keberangkatan, kemudian menyelesaikan proses check-in dua jam sebelum penerbangan dan sudah berada di ruang tunggu satu jam sebelum jadwal keberangkatan. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.