BREAKING NEWS
 

Prabowo Rapat Soal Karhutla Di Hambalang, Menhut Raja Juli Tak Ikut

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 24 Agustus 2026 16:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat bersama pertemuan bersama sejumlah menteri, Panglima TNI, dan para Kepala Staf Angkatan di kediaman Presiden di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/08/2026) malam. (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menggelar serangkaian rapat dengan sejumlah menteri dan pejabat terkait di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/8/2026). Rapat membahas percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam rangkaian rapat tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tidak terlihat mendampingi Presiden. Pembahasan penanganan karhutla justru dilanjutkan Prabowo bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan.

Pertemuan berlangsung sejak Minggu sore hingga malam hari. Fokusnya memastikan sejumlah instruksi Presiden terkait penanganan karhutla dan bantuan untuk wilayah terdampak gempa NTT segera dilaksanakan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, pada pertemuan terakhir, Prabowo membahas dukungan yang akan didistribusikan ke Kalimantan dan NTT, terutama bantuan yang membutuhkan dukungan transportasi udara.

“Pada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,” ujar Teddy melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menyiapkan tambahan 17 pesawat water bombing. Armada udara tersebut akan digunakan untuk memperkuat operasi pemadaman sekaligus mencegah api meluas.

Baca juga : Asap Karhutla Kalimantan Berpotensi ke Negara Tetangga, BMKG Sebut Karena Angin

Pemerintah juga akan menambah 1.500 personel beserta perlengkapan perorangan untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di Kalimantan.

Selain itu, sebanyak 200 pompa dan pipa disiapkan untuk mendukung pemadaman di kawasan gambut, termasuk menangani api yang berada di bawah permukaan tanah.

Menhut Tak Terlihat dalam Kunjungan Prabowo

Tidak terlihatnya Raja Juli dalam rapat di Hambalang menambah catatan mengenai absennya Menteri Kehutanan dalam rangkaian kunjungan dan rapat utama Presiden terkait karhutla.

Sebelumnya, saat Prabowo meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada Sabtu (22/8/2026). Nama Raja Juli juga tidak disebut dalam jajaran pejabat yang mendampingi Presiden dalam dua rapat utama di daerah tersebut.

Di Kalimantan Barat, Sekretaris Kabinet Teddy menyebut rapat dihadiri sejumlah pimpinan kementerian/lembaga pusat, pemerintah daerah, gubernur, kapolda, pangdam, Basarnas, BMKG, dan BPBD. Namun, Menteri Kehutanan tidak masuk dalam daftar pejabat yang disebut hadir.

Adsense

Rapat kemudian dilanjutkan di Posko Aju Penanganan Karhutla di kawasan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dalam pertemuan tersebut, Teddy menyebut kehadiran sejumlah menteri, Kepala Staf Angkatan Darat, Wakapolri, gubernur, pangdam, dan kapolda.

Baca juga : Atas Perintah Prabowo, Menhut Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar

Nama Raja Juli kembali tidak disebut.

Padahal, penanganan karhutla memiliki kaitan langsung dengan tugas Kementerian Kehutanan. Kepala Pelaksana BPBPK Kalimantan Tengah Ahmad Toyib sebelumnya menyebut Raja Juli telah memberikan supervisi dan arahan dalam penanganan karhutla di wilayah tersebut.

Raja Juli Turun ke Kalbar

Sehari setelah kunjungan Presiden Prabowo ke Kalimantan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turun langsung ke Kalimantan Barat atas permintaan Presiden untuk memastikan penanganan karhutla berjalan sesuai arahan.

Raja Juli meninjau penanganan karhutla di Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan serta jajaran TNI, Polri, BNPB, BMKG dan Manggala Agni.

“Saya hadir di Kalimantan Barat hari ini diminta oleh Pak Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan apa yang menjadi perintah beliau berjalan dengan baik,” kata Raja Juli, Senin (24/8/2026).

Ia menyebut jumlah hotspot Kalbar turun menjadi 28 titik per 23 Agustus 2026. Namun, kondisi belum sepenuhnya aman karena asap dari lahan gambut masih terlihat sehingga membutuhkan pendinginan dan pemadaman lanjutan.

Fokus Percepatan Penanganan

Baca juga : Menhut BKO-kan 5.000 ASN Kehutanan Tangani Karhutla di 6 Provinsi

Dalam rapat di Hambalang, Prabowo juga membahas langkah lanjutan penanganan dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT.

Dukungan pemerintah diarahkan untuk mempercepat penanganan sekaligus pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak. Bantuan juga akan didistribusikan melalui dukungan penerbangan udara.

Prabowo turut menyampaikan apresiasi terhadap gerak cepat jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak di berbagai sektor dan wilayah Indonesia dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.

Koordinasi yang berlangsung hingga malam hari tersebut menjadi bagian dari upaya Presiden memastikan setiap instruksi dapat segera ditindaklanjuti di lapangan.

Pemerintah menyiapkan dukungan personel, peralatan, dan sarana yang dibutuhkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan sekaligus membantu pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense